Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilrek unhas

Penyebab Tidak Ada Suara Perwakilan Mahasiswa di Pemilihan Rektor Unhas

Pemilihan tahap akhir kini ada di tangan Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas. Dari 19 anggota MWA, 17 diantaranya memiliki hak suara.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun-timur.com/Faqih Imtiyaaz
PILREK UNHAS - Tiga calon Rektor Unhas: Prof JJ, Prof Budu, dan Prof Sukardi Weda di Unhas Hotel & Convention, Kampus Tamalanrea, Makassar, Senin (3/11/2025). Setiap calon Rektor Unhas akan diberikan waktu lima menit memaparkan kertas kerja di hadapan MWA. 
Ringkasan Berita:
  • Dari 19 anggota MWA, 17 di antaranya memiliki hak suara.
  • Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Hasanuddin (Unhas) bakal berlangsung di Kampus Unhas Jakarta, Jalan Petojo Utara

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Hasanuddin (Unhas) bakal berlangsung di Kampus Unhas Jakarta, Jalan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat pada Rabu (14/1/2026).

Pemilihan tahap akhir kini ada di tangan Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas.

Dari 19 anggota MWA, 17 di antaranya memiliki hak suara.

Termasuk perwakilan mahasiswa dari Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unhas.

Ketua BEM Unhas tercatat sebagai Ex-Officio MWA Unhas.

Namun hingga kini BEM Unhas vakum usai tidak adanya kepengurusan.

Berbeda saat pemilihan rektor 2022 lalu, BEM Unhas saat itu masih aktif.

Ada nama Imam Mobilingo sebagai Ketua BEM Unhas dan ikut memberikan suara.

Hanya saja, Pilrek Unhas 2026-2030 kali ini nampaknya tidak ada suara dari perwakilan mahasiswa.

"Jadi sampai sekarang BEM Unhas belum ada kesepakatan untuk pembentukannya. Jadi sampai sekarang dianggap suara mereka tetap ada, tetapi dalam memilih dia tidak gunakan," Kepala Bidang Humas Kantor Sekretariat Rektor Unhas Ishaq Rahman di Jakarta saat dihubungi pada Selasa (13/1/2026).

Ishaq menjelaskan secara legal, perwakilan mahasiswa lewat BEM Unhas tetap memiliki hak suara.

Tetapi tidak adanya kepengurusan BEM tingkat Universitas, membuat perwakilan Unhas dianggap tidak menggunakan hak suara.

"Karena tidak ada orangnya, Berarti secara legal dianggap tapi mereka tidak menggunakan haknya. Suaranya tetap ada, tapi mereka tidak menggunakan suaranya," sambungnya.

Pemilik suara lainnya yaitu Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Dikti Saintek) Brian Yuliarto, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Unhas Andi Amran Sulaiman;

Unsur Perwakilan Dosen sebanyak 8 orang.

Diantaranya Prof Alimuddin Unde, Prof Andi Niartiningsih, Prof Andi Zulkifli.

Lalu Prof Asmuddin Natsir, Prof Dwia Aries Tina, Prof Hasanuddin, Prof Kartini dan Prof Arsyad Thaha.

Kemudian Unsur Perwakilan Tenaga Kependidikan sebanyak 2 orang, yakni Fadly Rivai dan Jumiaty Nurung.

Unsur Masyarakat, sebanyak 3 orang yakni CEO PT Freeport Indonesia Tony Wenas, Pengusaha Arsjad Rasjid dan Ilmuwan Prof Sangkot Marzuki.

Dua Anggota MWA lainnya tidak memiliki hak suara. Yakni Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa dan Ketua Senat Akademik Prof Baharuddin Thalib.

"Sesuai aturan dari semua anggota MWA, ada dua tidak memiliki hak suara di pemilihan rektor, yaitu Rektor sementara menjabat (Prof Jamaluddin Jompa) dan Ketua Senat (Prof Baharuddin Thalib)," kata Ishaq.

Sementara itu, Ketua Majelis Wali Amanat Unhas Prof Andi Alimuddin Unde sudah menerima secara resmi hasil penjaringan dari Senat Akademik.

“Ini merupakan amanah dari Senat Akademik yang akan kami hormati dan pertimbangkan secara saksama. Aspirasi dari Senat menjadi salah satu indikator penting bagi MWA dalam menetapkan siapa yang nantinya akan memimpin Unhas pada periode 2026–2030,” jelas Prof Alimuddin Unde.

Dirinya memastikan bahwa MWA akan menindaklanjuti hasil penyaringan ini dengan penuh tanggung jawab.

Pemilihan tingkat MWA menjadi tahap terakhir yang menentukan Rektor Unhas Periode 2026-2030.

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved