Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilrek Unhas

Menuju Pemilihan Calon Rektor Unhas: Prof JJ Tak Punya Target, Prof Sukardi Weda Enggan Cawe-cawe

Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026-2030 berlangsung, Rabu (14/1/2026).

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Alfian
Tribun-timur.com
PILREK UNHAS - Prof Jamaluddin Jompa (kiri) dan Prof Sukardi Weda (kanan). Keduanya merupakan Calon Rektor Unhas periode 2026-2023. 
Ringkasan Berita:

 

TRIBUN-TIMUR.COM - Dua Calon Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026-2030 mengaku santai jelang pemilihan.

Kedua Calon Rektor Unhas yang dimaksud yakni Prof Jamaluddin Jompa dan Prof Sukardi Weda.

Prof Jamaluddin Jompa merupakan Rektor Unhas saat ini alias incumbent.

Sedangkan Prof Sukardi Weda merupakan Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM).

Dari tiga calon rektor Unhas, Prof Sukardi Weda merupakan satu-satunya figur eksternal kampus jas merah itu.

Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026-2030 dijadwalkan berlangsung, Rabu (14/1/2026).

Tahapan kini memasuki pemilihan tingkat Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas.

Siapapun yang meraih suara terbanyak di pemilihan tingkat MWA, dialah yang akan memimpin Unhas dalam 4 tahun mendatang.

Ada tiga calon rektor Unhas, selain Prof Jamaluddin Jompa dan Prof Sukardi Weda, calon lainnya yakni Prof dr Budu.

Prof dr Budu merupakan mantan dekan Fakultas Kedokteran Unhas.

Pada pemilihan sebelumnya, saat Prof Jamaluddin Jompa terpilih sebagai Rektor Unhas, Prof Budu merupakan salah satu penantangnya.

Saat ini Prof Budu menjabat Dekan Fakultas Vokasi Unhas.

Prof Jamaluddin Jompa Tak Targetkan Jumlah Suara

Calon Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, menyatakan siap menghadapi prosesi di hadapan jajaran MWA.

“Sebagai incumbent, tentu saya akan presentasi tentang capaian-capaian selama ini dan rencana terobosan dalam akselerasi berbagai indikator kunci yang telah menjadi ketetapan Kemendikti Saintek,” ujar Prof JJ, sapaan akrabnya, saat dihubungi Tribun-Timur.com, Senin (12/1/2026).

Prof JJ terlihat tenang menghadapi proses pemilihan.

Kenangan manis Pilrek Unhas 2022 lalu menjadi pengalamannya menatap pemilihan kali ini.

Saat itu, ia menang dengan 11 suara, unggul dari Prof Farida Patittingi (9 suara) dan Prof Budu (5 suara).

Pada Pilrek kali ini, Prof JJ mengaku tidak memasang target khusus mengenai jumlah suara.

“Saya sebagai salah satu kandidat tidak punya target (jumlah suara), saya serahkan sepenuhnya pada mekanisme yang ada secara demokratis dan profesional,” jelasnya.

Baca juga: Prof Sukardi Weda Bawa Isu Fly Over di Tahap Akhir Pilrek Unhas

Menurutnya, Pilrek merupakan agenda rutin Unhas.

Ia mendorong seluruh pihak mendukung siapapun yang terpilih menjadi Rektor periode 2026-2030.

“Siapapun yang terpilih kita akan support. Unhas harus tetap utuh menjadi institusi yang kokoh dan bermartabat serta tidak terpecah belah. Unhas harus selalu bersatu agar semakin kuat berkontribusi untuk kejayaan bangsa dan masyarakat Indonesia,” tegasnya.

Prof Sukardi Weda Enggan Cawe-cawe

Calon Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Sukardi Weda percaya diri hadapi pemilihan tingkat Majelis Wali Amanat (MWA).

Guru besar Universitas Negeri Makassar (UNM) ini mengejutkan publik usai terpilih dalam tingkat senat akademik.

Satu suara mengantar Prof Sukardi Weda maju dalam tiga besar calon Rektor Unhas.

Dirinya bersaing dengan dua orang berdarah Unhas, Prof Jamaluddin Jompa dan Prof Budu.

Prof Sukardi Weda optimis kembali bisa mendapat suara di tingkat MWA.

Meskipun dirinya tidak pernah komunikasi dengan satupun anggota MWA Unhas.

Baca juga: Prof Jamaluddin Jompa: Siapapun Terpilih, Unhas Harus Tetap Bersatu

Prof Sukardi Weda mengaku hanya mengandalkan tawaran program kerjanya guna mendulang suara.

"Kalau terkait suara, sama dengan senat lalu. Saya tidak pernah melakukan komunikasi dengan siapapun. Sama kesempatan ini. Semoga dengan pemaparan visi misi, bisa menarik perhatian MWA memberikan suara ke saya," ujar Prof Sukardi Weda kepada Tribun-Timur.com saat dikonfirmasi pada Senin (12/1/2026).

Prof Sukardi Weda menyebut seluruh calon memiliki kesempatan yang sama duduk sebagai rektor.

Masing-masing calon punya kesempatan menawarkan visi dan misi di hadapan anggota MWA.

Kesempatan itu disebut Prof Sukardi Weda akan dimanfaatkan menarik minat pemilik suara.

"Saya yakini semua calon punya kesempatan sama. Hemat saya terletak pada program kerja yang tertuang dalam visi misi yang katanya diberikan waktu 5 menit. Saya akan sampaikan 11 program unggulan saya, dan di breakdown ke 3 core itu," kata Prof Sukardi Weda.

Terdapat tiga arah pembangunan yang dicanangkan Prof Sukardi Weda. Dua diantaranya yakni peningkatan reputasi akademik dan kesejahteraan sivitas akademika.

Arah pembangunannya dalam meningkatkan kenyamanan menarik minat publik.

Prof Sukardi Weda berencana membangun jalan layang atau fly over di pintu masuk Unhas.

Dirinya merangkum salah satu permasalahan meresahkan yakni kemacetan akses keluar - masuk Unhas.

Terlebih pada jam tertentu, pagi maupun sore hari.

Kemacetan panjang seringkali harus diterjang baik pintu 1 maupun pintu 2 Unhas.

"Untuk bisa diurai hemat saya perlu dibangun jalan layang mulai dari lingkaran Unhas dibangun sampai ke arah kota. Dengan adanya jalan layang itu kemacetan terurai," Kata Prof Sukardi Weda.

Prof Sukardi Weda menyebut fly over ini bisa dibangun mulai dari perempatan tugu depan Hotel Unhas.

Kemudian arahnya menuju Jl Perintis Kemerdekaan dan melintas menuju arah pusat kota.

Pemilik Suara

Tahapan Pilrek tingkat MWA akan digelar di Kampus Unhas Jakarta, Jalan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Tiga calon rektor akan berebut suara dari 17 anggota MWA. Dari total 19 anggota, dua tidak memiliki hak suara, yakni Rektor sementara menjabat (Prof Jamaluddin Jompa) dan Ketua Senat (Prof Baharuddin Thalib).

Hak suara dimiliki oleh:

Unsur Ex-Officio (4 orang):

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman

Ketua Umum IKA Unhas Andi Amran Sulaiman

Ketua Umum BEM Unhas.

Unsur Perwakilan Dosen (8 orang)

Prof Alimuddin Unde

Prof Andi Niartiningsih

Prof Andi Zulkifli

Prof Asmuddin Natsi

Prof Dwia Aries Tina

Prof Hasanuddin

Prof Kartini

Prof Arsyad Thaha.

Unsur Tenaga Kependidikan (2 orang):

Fadly Rivai

Jumiaty Nurung.

Unsur Masyarakat (3 orang):

Tony Wenas

Arsjad Rasjid

Prof Sangkot Marzuki.

Tony Wenas

Arsjad Rasjid

Prof Sangkot Marzuki.(*)

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved