Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Universitas Negeri Makassar

Percepatan Reformasi Akademik, FISH UNM Tuntaskan Kurikulum melalui Workshop 

Kegiatan diikuti 223 peserta, terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan pimpinan program studi di lingkungan FISH UNM, Rabu (26/11/2025).

Tayang:
Penulis: CitizenReporter | Editor: Alfian
Istimewa/FISH UNM
WORKSHOP AKADEMIK - Suasana workshop finalisasi dokumen kurikulum, RPS, serta perencanaan media dan modul ajar yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Makassar (UNM) di Hotel Remcy, Makassar, Rabu (26/11/2025). Kegiatan diikuti 223 peserta, terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan pimpinan program studi di lingkungan FISH UNM. 
Ringkasan Berita:
  • Workshop ini dirancang untuk memberikan pendampingan teknis secara langsung kepada program studi, mulai dari penyelarasan capaian pembelajaran hingga penyusunan perangkat pembelajaran.
  • Kegiatan yang berlangsung sehari penuh itu diikuti 223 peserta, terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan pimpinan program studi di lingkungan FISH UNM.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar workshop finalisasi dokumen kurikulum, RPS, serta perencanaan media dan modul ajar di Hotel Remcy, Makassar, Rabu (26/11/2025).

Kegiatan diikuti 223 peserta, terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan pimpinan program studi di lingkungan FISH UNM.

Workshop ini menjadi bagian dari agenda strategis penguatan iklim akademik di UNM.

Khususnya untuk memastikan seluruh program studi menyelesaikan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang selaras dengan Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2025 dan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.

Ketua Panitia, Dr. Dyan Paramitha Darmayanti, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan dirancang untuk memberikan pendampingan teknis secara langsung kepada program studi, mulai dari penyelarasan capaian pembelajaran hingga penyusunan perangkat pembelajaran.

“Workshop ini berbasis OBE dan melibatkan seluruh tim penyusun kurikulum prodi dalam lingkup FISH. Fokus utama kita adalah memastikan seluruh prodi dapat menuntaskan finalisasi kurikulum dan menyiapkan dokumen yang siap disahkan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Unit Penjaminan Mutu (UPM) FISH memberikan pendampingan intensif agar keluaran kurikulum benar-benar siap diterapkan.

Dekan FISH UNM, Dr. H. Supriadi Torro, M.Si., menekankan bahwa pembaruan kurikulum harus diikuti oleh penguatan fasilitas, layanan akademik, serta komitmen dosen dalam melaksanakan pembelajaran.

Baca juga: Literasi Zakat Sasar Mahasiswa UNM Makassar

Ia juga menyoroti pentingnya integrasi penelitian dosen dengan mata kuliah yang diampu.

“Mulai tahun depan, penelitian yang diajukan dosen harus terkait dengan mata kuliah yang diampu. Kita ingin distribusi penelitian lebih merata dan relevan dengan kebutuhan prodi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa sejumlah tantangan dalam asesmen sebelumnya, khususnya pengukuran Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), menjadi dasar perlunya penyempurnaan instrumen evaluasi.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNM, Prof. Dr. Hj. Andi Aslinda, M.Si., yang membuka kegiatan, menegaskan bahwa revisi kurikulum bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi inti dari kualitas akademik universitas.

Menurutnya, sejumlah persoalan, mulai mahasiswa yang gagal lulus karena kekurangan 1 SKS, perbedaan kode mata kuliah antaprodi, hingga dosen yang harus berpindah prodi karena ketidakselarasan beban SKS, muncul akibat ketidakteraturan kurikulum.

“Kurikulum ini bukan hanya formalitas, tetapi jantung akademik. Kurikulum yang baik akan menghasilkan luaran yang baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa 136 program studi di UNM telah melakukan revisi serentak.

Evaluasi menemukan bahwa visi-misi universitas belum sepenuhnya selaras dengan mata kuliah penciri, sehingga lahir dua mata kuliah baru: literasi sains, seni, dan teknologi untuk prodi nonkependidikan, dan pendidikan inklusif untuk prodi kependidikan.

Para dosen pengampu telah mengikuti Training of Trainers (TOT) sebelum implementasi dilakukan.

Prof. Aslinda juga menyinggung kendala pada Sistem Informasi Akademik (SIA) UNM yang selama ini menghambat penginputan nilai dan berdampak pada mahasiswa angkatan lama.

“Insya Allah kita akan memiliki SIA baru yang lebih adaptif. Penginputan nilai nantinya bisa dilakukan dari kampus maupun dari rumah,” kata dia.

Ia berharap ketua program studi dapat menyiapkan data akademik secara lengkap agar universitas dapat membantu mahasiswa yang terancam drop out (DO).

Pada kesempatan yang sama, Dekan FISH menyampaikan bahwa fakultas mulai memperkenalkan mekanisme baru dalam evaluasi kinerja dosen dan tata kelola akademik.

Calon wakil dekan, misalnya, akan melalui rangkaian tes psikologis, presentasi, dan wawancara sebagai bagian dari penyesuaian sistem kepemimpinan.

Ia menegaskan bahwa pendampingan dari UPM FISH diharapkan mempercepat penguatan budaya mutu fakultas.

“Dokumen mutu yang kuat akan memengaruhi keseluruhan proses akademik” ujarnya.

Melalui rangkaian kegiatan ini, FISH UNM menegaskan komitmennya untuk memperkuat mutu akademik dan memastikan kurikulum yang disusun tidak hanya memenuhi ketentuan formal, tetapi juga menjawab kebutuhan pembelajaran masa kini.

Revisi kurikulum bukan sekadar penyesuaian format, melainkan rumusan arah masa depan fakultas dalam menyiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan relevan dengan tantangan zaman.(*)

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved