Anak Prof Basri Hasanuddin Pendaftar Keenam Calon Rektor Unhas, Pernah Jabat Warek Unsulbar
Zulfajri Basri Hasanuddin merupakan anak Basri Hasanuddin eks Rektor Unhas.
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Eka Wakil Rektor Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Zulfajri Basri Hasanuddin, mendaftar calon Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026 - 2030.
Zulfajri Basri Hasanuddin merupakan anak Basri Hasanuddin eks Rektor Unhas.
Ia pendaftar keenam calon Rektor Unhas.
Zulfajri Basri Hasanuddin tanpa pendamping saat mendatangi Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor (PPR) Lantai 4 Gedung Rektorat Unhas, Jl Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) Jumat (29/8/2025).
Ia memakai almamater Unhas.
Disambut Ketua PPR Unhas Prof Hasanuddin, Sekretaris PPR Unhas Prof Andi Zulkifli.
Baca juga: Mantan WR UNM Daftar Rektor Unhas, Bawa Misi Internasionalisasi
Hadir pula Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas Prof Alimuddin Unde beserta anggotanya dan Ketua Senat Akademik Unhas Prof Bahruddin Thalib.
Zulfajri belum dinyatakan lolos sebagai Balon Rektor Unhas.
Masih ada empat dokumen harus dilengkapi dari 13 syarat ketentuan dari PPR Unhas.
Di antaranya, sertifikat pendidik dan surat keterangan dari pembina kepegAwaian dari perguruan tinggi sedang tidak melanjutkan pendidikan.
Zulfajri diberi waktu melengkapi berkas hingga Senin (1/9/2025) pukul 18.00 Wita.
Zulfajri menegaskan segera melengkapi dokumen persyaratan Balon Rektor Unhas.
Berkasnya belum lengkap karena ada berkas belum ditandatangani pimpinanan tinggi.
"InsyaAllah segera dilengkapi dan diserahkan," ucapnya saat konferensi pers usai mendaftar.
Zulfajri memutuskan mencalonkan diri belum lama ini.
Ia juga menegaskan dirinya tak diendorse.
Dirinya mendaftar atas kemauan sendiri dan ingin demokrasdi Unhas lebih hidup.
"Alhamdulillah saya daftar sendiri tidak beritahu Bapak (Prof Basri Hasanuddin). Istri saya beritahu, tapi sibuk, jadi saya hargai waktunya. Saya datang sendiri tidak ada masalah," tuturnya.
Menurutnya, siapapun punya kemampunan manajerial harus mendaftar Balon Rektor Unhas.
Semakin banyak pendaftar semakin bagus.
"Saya ingin membudayakan seperti itu. Jangan takut maju," tuturnya.
Ia mengaku secara elektoral dirinya belum terlalu dikenal dibandingkan calon lain.
Namun, ia percaya pemilik suara bisa menilai secara objektif melalui visi misi diusung oleh para Balon Rektor Unhas.
"Jadi biarkan mengalir seperti air. Anggota Senat, MWA dan kementerian (Kemendiktisaintek) pasti objektif sebagai pemilik suara," tegasnya.
Mantan Rektor UNM Daftar
Kontestasi Pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026-2030 kian panas.
Mantan Wakil Rektor Universitas Negeri Makassar Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Sukardi Weda menambah persaingan menuju kursi nomor 1 di Unhas.
Prof Sukardi Weda mendaftar Bakal Calon Rektor Unhas periode 2026-2030, Jumat (29/30/2025).
Guru Besar kelahiran Parepare ini tiba di Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor (PPR) Unhas Lantai 4 Gedung Rektorat Unhas, Jl Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pukul 13.37 Wita.
Dia ditemani istri, anak, keluarga dan kolega.
Peraih enam gelar magister ini menjadi pendaftar kelima Bakal Calon Rektor Unhas.
Prof Sukardi Weda mendaftar mengenakan kemeja putih dengan jas bewarna abu-abu.
Ia juga memakai songkok recca. Songkok recca adalah songkok khas Bugis terbuat dari daun lontar.
Songkok ini telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada 2018 silam.
Kehadiran Prof Sukardi Weda disambut Ketua PPR Unhas Prof Hasanuddin, Sekretaris PPR Unhas Prof Andi Zulkifli.
Hadir pula Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas Prof Alimuddin Unde beserta anggotanya dan Ketua Senat Akademik Unhas Prof Bahruddin Thalib.
"Selamat datang Prof Suhardi Weda sebagai Bakal Calon Rektor Unhas," ucap Ketua PPR Unhas Prof Hasanuddin.
Usai itu, Prof Suhardi Weda memberikan penjelasan ringkas visi misi diusung.
Setelah itu pengecekan 13 berkas sebagai syarat Bakal Calon Rektor Unhas periode 2026-2024.
Di sesi konferensi pers, Prof Sukardi Weda menyebut, Unhas adalah universitas yang besar.
Bahkan, Kampus Merah ini mempunyai reputasi unggul.
Olehnya itu, Unhas butuh pemimpin, nakhoda, rektor dan top manajemen yang memiliki jiwa besar.
"Saya hadir di sini karena memiliki visi besar untuk membesarkan Unhas menjadi perguruan tinggi besar di dunia," katanya.
"Bukan hanya dikenal Unhas perguruan tinggi besar di Indonesia Timur, tidak. Unhas perguruan tinggi besar di Indonesia, bukan, tapi di dunia," tegasnya.
Prof Sukardi Weda mengusung visi misi Internasionalisasi Unhas Menuju Perguruan Tinggi Berkinerja Unggul.
Ia menggunakan jaminan kualitas Malcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA).
"Saya mengangkat internasionalisasi supaya Unhas bisa jadi perguruan tingggu unggul, bukan hanya world class university, tapi juga world clas university leader," ucapnya lagi.
Makanya, kemitraan akan dibangun dengan perguruan tinggi menengah ke atas.
Seperti Harvard University, Stanford University, Osaka University dan London School of Economics and Political Science, Cambridge University, NUS dan Peking University.
"Kita ingin reputasi Unhas semakin mengglobal. Saya hadir karena merasa memiliki visi besar untuk membesarkan Unhas yang punya nama besar," tuturnya.
Mantan WR UNM Daftar Rektor Unhas, Bawa Misi Internasionalisasi |
![]() |
---|
Prof Iqbal Djawad Daftar Calon Rektor Unhas Tanpa Pendamping |
![]() |
---|
Kenakan Passapu dan Gandeng 10 Model Berkaus Kampanye, Marhaen Hardjo Daftar Calon Rektor Unhas |
![]() |
---|
Pakar Hukum Unhas Dorong Annar Lapor Polisi Jika Punya Bukti Diminta Rp5 Milliar Oknum Jaksa |
![]() |
---|
Ahli Fisiologi Lingkungan Ramaikan Bursa Calon Rektor Unhas |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.