Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Wamenhaj: Haji 2026 Catat Lompatan Besar, Kunci Keberhasilannya Respons Cepat Petugas

Dahnil menegur pihak Garuda Indonesia setelah terjadi keterlambatan penerbangan hingga hampir 5 jam

Tayang:
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Muh Hasim Arfah
LOMPATAN BESAR- Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak saat di Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, Rabu (3/6/2026). Ia menilai penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 mengalami "lompatan besar" dibanding tahun-tahun sebelumnya. 
Ringkasan Berita:
  • Dahnil langsung menegur pihak Garuda Indonesia setelah terjadi keterlambatan penerbangan hingga hampir lima jam
  • Ia meminta maskapai memberikan kompensasi serta informasi yang jelas kepada jemaah agar tidak menimbulkan keresahan

 

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKKAH – Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menilai penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 mengalami "lompatan besar" dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Penilaian tersebut tidak hanya datang dari pemerintah Indonesia, tetapi juga mendapat pengakuan dari otoritas Arab Saudi.

Menurut Dahnil, berbagai tantangan yang muncul selama operasional haji, mulai dari keterlambatan penerbangan hingga persoalan dokumen jemaah, dapat diatasi dengan cepat berkat respons petugas di lapangan.

"Prinsipnya adalah setiap masalah harus direspons dengan cepat dan diselesaikan dengan cepat," kata Dahnil di Makkah, Kamis (4/6/2026).

Salah satu persoalan yang sempat menjadi perhatian adalah keterlambatan penerbangan jemaah saat fase pemulangan. 

Dahnil mengungkapkan dirinya langsung menegur pihak Garuda Indonesia setelah terjadi keterlambatan penerbangan hingga hampir lima jam.

Ia meminta maskapai memberikan kompensasi serta informasi yang jelas kepada jemaah agar tidak menimbulkan keresahan.

"Kami ingin jemaah tetap nyaman. Setiap keterlambatan harus segera diinformasikan. Biasanya yang membuat jemaah tidak nyaman itu informasi yang tidak jelas. Karena itu harus ada respons cepat," ujarnya.

Selain masalah penerbangan, petugas juga berhasil menangani berbagai kasus yang berpotensi menghambat kepulangan jemaah. 

Bahkan pada hari yang sama, terdapat tiga jemaah yang tertinggal paspornya namun tetap dapat diberangkatkan setelah adanya koordinasi cepat antara Daerah Kerja Bandara dan KJRI.

Angka Kematian Turun Drastis
Dahnil juga mengungkapkan kabar menggembirakan terkait kondisi kesehatan jemaah Indonesia. Hingga saat ini, angka kematian jemaah tercatat kurang dari 200 orang atau sekitar 180-an orang.

Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibanding musim haji tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 467 orang.

"Tahun ini angka mortalitas menurun drastis. Mudah-mudahan angkanya tidak bertambah signifikan sampai akhir operasional haji," katanya.

Penurunan angka kematian tersebut menjadi indikator penting keberhasilan penyelenggaraan haji tahun ini. 

Meski demikian, pemerintah akan memperketat proses pemeriksaan kesehatan atau istitha'ah kesehatan bagi calon jemaah pada musim haji mendatang.

Menurut Dahnil, selama ini tingginya angka kematian jemaah Indonesia menjadi perhatian pemerintah Arab Saudi karena Indonesia merupakan negara dengan jumlah jemaah terbesar di dunia.

Arab Saudi Akui Kemajuan Indonesia
Lebih lanjut, Dahnil mengungkapkan bahwa Kementerian Haji Arab Saudi memberikan apresiasi atas berbagai kemajuan yang dicapai Indonesia tahun ini.

Ia menyebut Menteri Haji Arab Saudi bahkan menggunakan istilah "exponential leap" atau lompatan yang sangat jauh untuk menggambarkan peningkatan kualitas layanan haji Indonesia.

Beberapa capaian yang mendapat perhatian Arab Saudi antara lain penyelesaian visa yang tuntas sebelum Idulfitri, distribusi kartu Nusuk yang lebih cepat, hingga tata kelola pembayaran dam yang semakin tertib dan terdokumentasi dengan baik.

"Tahun ini pemotongan dam sangat tertib dan terdata. Yang dipotong melalui Adahi lebih dari 130 ribu. Yang dilakukan di dalam negeri juga terdata. Bahkan yang memilih puasa dan kategori lainnya semuanya tercatat dengan baik," ujarnya.

Selain itu, berbagai persoalan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) dapat ditangani lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya sehingga tingkat keparahan masalah yang muncul relatif rendah.

Petugas Haji Jadi Sorotan Positif
Namun dari seluruh capaian tersebut, Dahnil menilai keberhasilan terbesar justru datang dari kinerja petugas haji Indonesia.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya keberadaan petugas kerap menjadi sasaran kritik, tahun ini situasinya berbalik. Banyak jemaah maupun pihak Arab Saudi memberikan apresiasi terhadap kecepatan respons dan kepedulian petugas.

"Yang paling banyak dipuji tahun ini adalah petugas. Mereka dianggap cepat merespons, simpatik, dan empatik kepada jemaah," katanya.

Karena itu, pemerintah berencana mempertahankan sistem pelatihan terpadu bagi seluruh petugas haji pada tahun depan agar standar pelayanan tetap terjaga.

Dahnil bahkan menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur penyelenggara haji, termasuk petugas lapangan hingga Media Center Haji yang dinilainya turut membantu melayani jemaah selama berada di Tanah Suci.

"Prestasi penyelenggaraan haji tahun ini menurut saya bisa dialamatkan kepada seluruh petugas haji Indonesia 2026. Kalau ada keberhasilan, itu hasil kerja bersama. Kalau ada kekurangan, yang bertanggung jawab adalah saya dan Pak Menteri," pungkasnya. 

(hasim arfah/mch 2026)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved