Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Jamaah Haji Pulang dengan Pakaian 'Bling-Bling', PPIH Ingatkan Tetap Menutup Aurat

Sejumlah jamaah, khususnya perempuan, memilih mengenakan pakaian bling-bling mencolok.

Tayang:
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Renaldi Cahyadi
HAJI2026 - Ketua PPIH Debarkasi Makassar, Ikbal Ismail, saat ditemui di Aula Arafah, Asrama Haji Sudiang Makassar, beberapa waktu lalu. Ikbal kembali ingatkan jamaah tutup aurat saat pulang ibadah haji. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Pemandangan menarik terlihat saat kedatangan jamaah haji di Debarkasi Makassar saat kembali ke Tanah Air usai menunaikan ibadah haji di Arab Saudi.

Sejumlah jamaah, khususnya perempuan, memilih mengenakan pakaian bling-bling mencolok.

Busana bling-bling yang dikenakan jamaah sudah menjadi tradisi khususnya untuk masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel).

Warna-warna cerah dan pakaian khas daerah selalu terlihat di rombongan jamaah.

Meski begitu, Ketua PPIH Debarkasi Makassar, Ikbal Ismail, meminta agar tiap jamaah tetap menutup aurat mereka.

Pihaknya, kata dia, tidak melarang jamaah mengenakan pakaian bling-bling saat pulang.

Pasalnya, lanjut Ikbal, hal tersebut merupakan tradisi masyarakat Bugis-Makassar.

“Pada prinsipnya kami tidak melarang karena itu adalah budaya orang Bugis-Makassar,” katanya kepada Tribun Timur di Asrama Haji Sudiang, Kamis (4/6/2026).

Meski demikian, Ikbal mengingatkan agar busana yang dikenakan tetap memenuhi kaidah syariat Islam, terutama bagi jamaah perempuan yang baru saja menyelesaikan ibadah di Tanah Suci.

Menurut Ikbal, imbauan tersebut telah berulang kali disampaikan kepada jamaah sebelum kepulangan ke Indonesia. 

Ia berharap penggunaan pakaian adat tetap memperhatikan aspek kesopanan dan menutup aurat.

“Hanya sudah berulang kali kami sampaikan agar jamaah, terutama ibu-ibu, apalagi baru pulang dari Tanah Suci, menggunakan busana Bugis-Makassar yang tetap menutup aurat, terutama bagian leher,” ujarnya.

Ia mengaku bangga karena jamaah masih mempertahankan identitas budaya daerah melalui busana yang dikenakan saat penyambutan. 

Namun, kebanggaan terhadap budaya lokal tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai keagamaan yang menjadi bagian dari perjalanan spiritual para jamaah haji.

“Kami juga bangga budaya kami tetap digunakan oleh ibu-ibu yang baru pulang dari Tanah Suci. Tapi kami harapkan tetap menutup aurat, terutama lehernya ibu-ibu,” jelasnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved