Haji 2026
Dari Jejak Nabi Ibrahim hingga Saudi Vision 2030, Hasan Gaido Ungkap Transformasi Besar Ibadah Haji
Dimulai sejak masa Nabi Ibrahim AS hingga kini memasuki era digital dan modernisasi besar-besaran melalui program Saudi Vision 2030.
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Sudirman
Ringkasan Berita:
- Presiden Indonesia Saudi Arabia Business Council (ISABC) sekaligus Pendiri Gaido Group, M. Hasan Gaido, menjelaskan bahwa ibadah haji memiliki sejarah panjang yang berakar dari masa Nabi Ibrahim AS.
- Menurutnya, perjalanan haji terus berkembang dari era klasik hingga modern, terutama setelah pengelolaan Tanah Suci berada di bawah Kerajaan Arab Saudi yang secara konsisten melakukan perluasan dan pembangunan fasilitas untuk melayani jutaan jemaah dari seluruh dunia.
Laporan Hasim Arfah
Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MINA – Ibadah haji setiap tahun mempertemukan jutaan umat Islam dari seluruh dunia memiliki sejarah panjang.
Dimulai sejak masa Nabi Ibrahim AS hingga kini memasuki era digital dan modernisasi besar-besaran melalui program Saudi Vision 2030.
Presiden Indonesia Saudi Arabia Business Council (ISABC) sekaligus Pendiri Gaido Group, M. Hasan Gaido, menjelaskan, sejarah haji merupakan fondasi penting untuk memahami perkembangan penyelenggaraan ibadah haji yang terus bertransformasi dari masa ke masa.
"Sejarah haji ini fondasinya adalah sejarah Nabi Ibrahim AS. Dari sana bermula panggilan Allah kepada umat manusia untuk menunaikan ibadah haji, kemudian berkembang melalui berbagai perjalanan panjang dalam sejarah Islam," kata Hasan Gaido saat berada di Mina, Arab Saudi, akhir pekan lalu.
Menurutnya, perjalanan haji terus berkembang sejak era klasik hingga abad pertengahan ketika umat Islam dari berbagai belahan dunia mulai berdatangan ke Tanah Suci.
Baca juga: Kala Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan Hitung Gelang dan Cincin Jamaah Haji Soppeng
Perkembangan semakin pesat setelah Makkah dan Madinah berada di bawah kepemimpinan Kerajaan Arab Saudi.
Hasan menjelaskan bahwa tonggak pembangunan modern dimulai pada masa Raja Abdul Aziz yang melakukan pengembangan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Upaya tersebut kemudian dilanjutkan oleh para raja berikutnya, mulai dari Raja Saud, Raja Faisal, Raja Khalid, Raja Fahd hingga Raja Abdullah.
"Di era King Fahd pengembangan Masjidil Haram semakin modern. Kemudian King Abdullah membangun berbagai fasilitas besar yang dipersiapkan untuk menampung jumlah jemaah yang terus meningkat setiap tahun," ujarnya.
Menurut Hasan, modernisasi yang dilakukan Arab Saudi telah menghasilkan peningkatan kapasitas yang signifikan.
Pada musim haji 1447 Hijriah atau tahun 2026, jumlah jemaah haji diperkirakan mencapai sekitar 1,7 juta orang dari berbagai negara.
Namun, angka tersebut bukanlah tujuan akhir. Pemerintah Arab Saudi menyiapkan berbagai proyek strategis untuk menyambut jumlah jemaah yang jauh lebih besar pada masa mendatang.
"Pemerintah Arab Saudi menargetkan jumlah jemaah haji ke depan bisa mencapai empat juta orang. Karena itu berbagai persiapan terus dilakukan melalui program besar Saudi Vision 2030," jelas Hasan.
| Kala Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan Hitung Gelang dan Cincin Jamaah Haji Soppeng |
|
|---|
| Jamaah Haji Hanya Boleh Bawa Koper dan Tas Paspor, Air Zamzam Dilarang |
|
|---|
| Haji 2026 Belum Usai, Indonesia Sudah Bersiap untuk 2027: Evaluasi Armuzna Jadi Prioritas |
|
|---|
| Kloter 1 Debarkasi Makassar Mendarat 1 Juni, PPIH Soroti Tren Pakaian Bling-Bling Jamaah |
|
|---|
| Jamaah Haji Kloter 17 Asal Bone Wafat di Tanah Suci saat Sesak Napas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/SEJARAH-HAJI-Presiden-Indonesia-Saudi-Arabia-Business-Council-M-Hasan-Gaido.jpg)