Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Jelang Pemulangan Haji 2026, InJourney Diminta Pastikan Layanan Khusus Lansia Optimal

Jumlah jemaah haji lansia mencapai lebih dari seperempat total jemaah haji tahun 2026 ini

Tayang:
Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com
HAJI - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berjalan bersama Sekjen Golkar sekaligus Ketua Fraksi Golkar M Sarmuji dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid di Makkah Sabtu (30/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Perhatian khusus diminta diberikan kepada jemaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas
  • Jumlah jemaah lansia mencapai lebih dari seperempat total jemaah haji tahun ini
  • Menjelang fase pemulangan jemaah haji Indonesia dari Mekkah, kesiapan layanan di bandara menjadi faktor krusial untuk memastikan proses kepulangan berjalan aman, nyaman, dan manusiawi

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MEKKAH — Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, meminta PT InJourney Airports mempersiapan maksimal menghadapi kepulangan ratusan ribu jemaah haji Indonesia ke tanah air.

Perhatian khusus diminta diberikan kepada jemaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas yang jumlahnya mencapai lebih dari seperempat total jemaah haji tahun ini.

Menjelang fase pemulangan jemaah haji Indonesia dari Mekkah, Nurdin menegaskan kesiapan layanan di bandara menjadi faktor krusial untuk memastikan proses kepulangan berjalan aman, nyaman, dan manusiawi.

Sekitar 220 ribu jemaah haji Indonesia dijadwalkan kembali ke Indonesia melalui 14 embarkasi setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Nurdin Halid yang juga tergabung dalam Tim Pengawas Haji DPR RI meminta InJourney, khususnya InJourney Airports sebagai pengelola bandara, melakukan antisipasi sejak dini dengan menyiapkan tim pelayanan khusus di titik-titik kedatangan jemaah.

“Saya harapkan kepada InJourney, khususnya InJourney Airport agar melakukan persiapan khusus untuk menyambut jemaah haji Indonesia,” kata Nurdin Halid di Mekkah, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, pelayanan bagi jemaah lansia dan disabilitas harus menjadi prioritas utama mengingat kondisi fisik jemaah yang telah kelelahan setelah menjalankan ibadah haji dan menempuh perjalanan udara jarak jauh.

“Jumlah jemaah lansia dan disabilitas kita tahun ini lumayan besar, lebih dari 25 persen. Karena itu dibutuhkan persiapan khusus,” ujarnya.

Ia meminta InJourney menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti kursi roda, buggy car, layanan kesehatan siaga, ambulans, hingga ruang observasi kesehatan di area kedatangan jemaah.

Selain itu, petugas khusus juga diminta bersiaga penuh di sejumlah titik kritis seperti area bagasi, restroom atau toilet, hingga jalur pemeriksaan keimigrasian.

Nurdin menilai layanan fast track yang terintegrasi dengan pihak imigrasi juga penting untuk mempercepat proses pemeriksaan dokumen sehingga jemaah tidak terlalu lama menunggu di bandara.

“Jemaah sudah sangat kelelahan selama menjalankan ibadah haji, ditambah penerbangan yang panjang. Karena itu proses kedatangan harus dibuat lebih cepat dan nyaman,” katanya.

Tak hanya pelayanan di dalam terminal, Nurdin juga meminta dilakukan penataan jalur kedatangan dan kendaraan penjemput jemaah agar tidak terjadi antrean panjang maupun kemacetan di area embarkasi.

Menurut dia, koordinasi antarinstansi perlu diperkuat untuk memastikan arus kepulangan jemaah berjalan lancar di seluruh embarkasi haji di Indonesia.

“InJourney harus mempersiapkan diri dan tim dengan baik, termasuk pengaturan jalur khusus kendaraan penjemput agar tidak menimbulkan kemacetan di 14 embarkasi,” tutup Nurdin Halid.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved