Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

BRI

Tabungan Aman di BRI, Jamaah Haji Riang Berangkat Tanah Suci

Sejumlah jamaah haji asal Sulawesi Selatan menabung hingga puluhan tahun untuk berangkat Tanah Suci dan beberapa diantaranya mempercayakan BRI.

Tayang:
Penulis: Alfian | Editor: Alfian
Tribun-timur.com
HAJI 2026 - Suasana calon jamaah haji (CJH) Kloter 5 asal Kabupaten Gowa tiba di aula Arafah, Asrama Haji Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (23/4/2026). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Selama 15 tahun penantian, Pattimang akhirnya berangkat haji tahun 2026 ini.

Meski fisik sudah dimakan usia, tapi wajah perempuan 85 tahun ini memancarkan keteduhan tanda riang.

Ditemui sebelum berangkat ke Tanah Suci di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Rabu (22/5/2026), jamaah asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan itu terus menebarkan senyuman.

“Malomo mua sedding (perasaan senang dan dimudahkan),” katanya dengan senyum tipis di bibirnya.

Pattimang mulai mendaftar haji saat usianya 70 tahun atau tepatnya pada 2011.

Untuk berangkat haji, usaha Pattimang tidaklah mudah.

Ia harus menabung berpuluh-puluh tahun dari hasil memungut rumput laut.

Pattimang mendayung sendiri perahu dari rumahnya di Desa Unra, Kecamatan Awangpone ke laut lepas.

Baca juga: Hobi Merajut Benang, Airin Tendean Meraup Untung hingga Berdayakan Komunitas Perempuan

20260531 Jamaah Haji
HAJI 2026 - Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) Pattimang (kiri) saat ditemui di Asrama Haji, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (22/4/2026). Pattimang berangkat haji dari hasil menabung penghasilan dari memungut rumput laut.

Untuk menuju ke lokasi rumput laut, ia menyusuri sungai dan menempuh waktu kurang dari dua jam.

“Dulu saya kerja sendiri, saya dayung perahu tanpa mesin mengambil rumput laut,” tuturnya.

Pattimang mengambil rumput laut hanya menggunakan tangannya.

Rumput laut terbawa arus langsung diambil saja untuk dinaikkan di perahunya.

“Saya facokko ku tasie (saya ambil di laut). Kalau air pasang, saya ambil pakai tangan,” akunya.

Rumput laut didapatkan langsung dijual. Harganya sangat murah, Rp 500 sampai Rp 1.000 per kilogram.

Dari hasil tersebut, ia kumpulkan untuk bisa berangkat haji.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved