Arafah hingga Kurban, Perjalanan Cinta Seorang Hamba kepada Allah
Salah satunya adalah Arafah, hamparan suci yang setiap tahun dirindukan jutaan umat Muslim dari berbagai penjuru dunia.
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Sudirman
Lebih dari itu, ujian tersebut adalah ujian tentang cinta, tentang apakah cinta kepada Allah benar-benar berada di atas segala yang paling dicintai di dunia.
Sebab hakikat pengorbanan bukanlah tentang darah atau pisau, melainkan tentang keikhlasan untuk menyerahkan ego, rasa memiliki, dan segala keterikatan duniawi kepada Allah SWT.
Karena itulah Iduladha dan ibadah kurban tidak boleh dipahami hanya sebagai rutinitas tahunan.
Kurban adalah pelajaran tentang ketulusan, tentang bagaimana manusia diajak untuk berbagi, menekan keserakahan, dan menghadirkan kasih sayang kepada sesama.
Saat seekor hewan kurban disembelih, sejatinya yang ikut disembelih adalah sifat kikir, kesombongan, dan cinta berlebihan kepada dunia.
Kurban mengajarkan bahwa rezeki yang Allah titipkan bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga harus mengalir kepada mereka yang membutuhkan.
Maka ketika gema takbir mulai berkumandang menyambut Iduladha, sejatinya itu bukan hanya panggilan untuk berkurban, tetapi juga panggilan untuk kembali mengenal Allah lebih dekat.
Belajar menjadi hamba yang lebih ikhlas, lebih peduli, dan lebih rela melepaskan apa yang dicintai demi meraih cinta-Nya.
Sebab pada akhirnya, Arafah mengajarkan satu hal penting kepada manusia: hidup bukan tentang seberapa banyak yang dimiliki, melainkan seberapa tulus seseorang menyerahkan dirinya kepada Allah SWT.
| Imigrasi Makassar Tunda Keberangkatan 5 Calon Jemaah Haji Non-Prosedural |
|
|---|
| 30 Riset UMI Tembus Jurnal Scopus, Prof Hambali: Dosen Kami Sedang Menulis Jejak Peradaban Ilmu |
|
|---|
| Satgas Arafah PPIH 2026 Pastikan Tenda Ber-AC hingga Toilet Layak Hotel Siap Sambut Jemaah Haji |
|
|---|
| 1200 Tenaga Kesehatan Indonesia Disiagakan untuk Jemaah Haji saat Armuzna |
|
|---|
| Baba Alun Cerita Pengalaman Spiritual Detik-Detik Cium Hajar Aswad: Yang Hilang Ihram, Bukan Nyawa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-05-25-Hardiyanti-Kamaluddin.jpg)