Arafah hingga Kurban, Perjalanan Cinta Seorang Hamba kepada Allah
Salah satunya adalah Arafah, hamparan suci yang setiap tahun dirindukan jutaan umat Muslim dari berbagai penjuru dunia.
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP — Tidak semua tempat di bumi memiliki getaran ruhani yang mampu membuat manusia merasa begitu kecil di hadapan Tuhannya.
Salah satunya adalah Arafah, hamparan suci yang setiap tahun dirindukan jutaan umat Muslim dari berbagai penjuru dunia.
Di sanalah manusia datang tanpa gelar, tanpa kemewahan, dan tanpa sekat status sosial.
Semua larut dalam pakaian ihram yang sederhana dengan harapan yang sama: meraih ampunan dan rahmat Allah SWT.
Kemuliaan hari Arafah bahkan digambarkan langsung oleh Rasulullah SAW.
Dalam hadis yang diriwayatkan Ahmad bin Hanbal dalam Musnad Ahmad disebutkan bahwa Allah membanggakan hamba-hamba-Nya yang sedang wukuf di hadapan para malaikat.
Mereka datang dalam keadaan lusuh dan berdebu, namun hati mereka dipenuhi harapan akan rahmat dan ampunan-Nya.
Dari situlah Islam mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang di hadapan Allah bukan terletak pada penampilan, jabatan, ataupun harta, melainkan pada ketundukan hati dan ketulusan ibadahnya.
Karena itu, Arafah bukan sekadar tempat berkumpulnya jamaah haji.
Ia menjadi ruang pertemuan antara seorang hamba dengan Rabb-nya tanpa sekat dan penghalang.
Tempat di mana air mata jatuh tanpa malu, doa-doa melangit penuh harap, dan hati yang lama mengeras kembali luluh oleh rasa takut sekaligus cinta kepada Allah.
Padang Arafah juga menjadi saksi bahwa manusia sejatinya tidak memiliki apa-apa selain pengharapan kepada Tuhan.
Sebab sehebat apa pun seseorang di dunia, pada akhirnya ia tetap seorang hamba yang menggantungkan hidupnya kepada Sang Pencipta.
Lebih dari itu, Arafah memiliki makna yang begitu dalam.
Ia bukan hanya nama tempat, tetapi juga nama waktu.
| Imigrasi Makassar Tunda Keberangkatan 5 Calon Jemaah Haji Non-Prosedural |
|
|---|
| 30 Riset UMI Tembus Jurnal Scopus, Prof Hambali: Dosen Kami Sedang Menulis Jejak Peradaban Ilmu |
|
|---|
| Satgas Arafah PPIH 2026 Pastikan Tenda Ber-AC hingga Toilet Layak Hotel Siap Sambut Jemaah Haji |
|
|---|
| 1200 Tenaga Kesehatan Indonesia Disiagakan untuk Jemaah Haji saat Armuzna |
|
|---|
| Baba Alun Cerita Pengalaman Spiritual Detik-Detik Cium Hajar Aswad: Yang Hilang Ihram, Bukan Nyawa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-05-25-Hardiyanti-Kamaluddin.jpg)