Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Cholil Nafis Yakin Haji 2026 Lebih Ramah Lansia: Semua Sudah On The Track

pemerintah menyiapkan pola layanan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan lansia dan disabilitas, mulai dari transportasi, akomodasi

Tayang:
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/MCH 2026
TANTANGAN HAJI- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia  Cholil Nafis sesaat setelah tiba di Prince Mohammad bin Abdulaziz International Airport, Selasa (12/5/2026). Tantangan utama haji Indonesia saat ini adalah dominasi jemaah lansia yang membutuhkan perhatian khusus, baik dari sisi kesehatan, mobilitas, maupun pendampingan ibadah. 
Ringkasan Berita:
  • Tingginya jumlah jamaah lanjut usia menjadi tantangan utama dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026. 
  • Meski begitu, Cholil Nafis optimistis pelaksanaan haji Indonesia tahun ini berjalan lancar karena pemerintah telah menyiapkan layanan ramah lansia mulai dari transportasi, akomodasi, hingga pendampingan ibadah.
  • Cholil Nafis menyebut pemerintah telah menyusun sistem penyelenggaraan haji yang lebih adaptif bagi jamaah lansia dan disabilitas. 
 

Laporan Hasim Arfah

Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH — Tingginya jumlah jamaah lanjut usia menjadi tantangan besar dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. 

Namun di tengah kompleksitas pelayanan jutaan tamu Allah dari berbagai negara, Cholil Nafis optimistis pelaksanaan haji Indonesia tahun ini akan berjalan lancar dan semakin ramah lansia.

Optimisme itu disampaikan Cholil Nafis sesaat setelah tiba di Prince Mohammad bin Abdulaziz International Airport, Selasa (12/5/2026).

“Penyelenggaraan haji ini bukan hal mudah karena berkaitan dengan negara lain dan jutaan jamaah. Tetapi saya melihat prosesnya berjalan baik dan insyaallah lancar,” ujar Cholil kepada Media Center Haji.

Menurut Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia itu, tantangan utama haji Indonesia saat ini adalah dominasi jamaah lansia yang membutuhkan perhatian khusus, baik dari sisi kesehatan, mobilitas, maupun pendampingan ibadah.

Karena itu, pemerintah menyiapkan pola layanan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan lansia dan disabilitas, mulai dari transportasi, akomodasi, hingga pendampingan selama puncak haji di Armuzna.

“Kita sudah membuat setting penyelenggaraan ibadah haji yang ramah lansia. Mudah-mudahan semua proses ini membawa jamaah menjadi haji mabrur,” katanya.

Baca juga: Petugas Haji Pastikan Lansia dan Disabilitas Terlayani Sejak Tiba di Bandara Jeddah

Selain menyoroti pelayanan, Cholil juga menjelaskan perubahan peran pembimbing ibadah haji tahun ini. 

Jika sebelumnya dikenal istilah Mustasyar Diny sebagai penasihat keagamaan, kini pemerintah menghadirkan Musyrif Diny yang memiliki peran lebih luas.

Menurutnya, Musyrif Diny tidak hanya menjawab konsultasi ibadah, tetapi juga ikut menentukan arah kebijakan syariah dalam pelaksanaan teknis haji.

“Misalnya dalam pelaksanaan murur atau skema ibadah tertentu, Musyrif Diny ikut memastikan praktiknya sesuai syariah,” jelasnya.

Para Musyrif Diny nantinya ditempatkan di berbagai sektor dan daerah kerja untuk mendampingi pembimbing ibadah serta membantu menyatukan pendapat keagamaan yang paling kuat dan dapat dijadikan pedoman bersama bagi jamaah Indonesia.

“Musyrif Diny ini menjadi pemberi pandangan dan fatwa yang dipakai bersama dalam penyelenggaraan haji,” ujarnya.

Sebanyak lebih dari 30 Musyrif Diny diberangkatkan tahun ini ke Arab Saudi, di antaranya M. Asrorun Niam, Liliek Noer Chalida, dan Buya Gusrijal.

Cholil berharap seluruh tahapan penyelenggaraan haji tetap berjalan sesuai rencana hingga puncak ibadah nanti.

“Secara syar’i sudah benar, secara aturan juga berjalan baik, koordinasi dengan pemerintah Arab Saudi juga bagus. Mudah-mudahan tidak ada hambatan,” tandasnya.

Perbedaan Musyrif Diny dan Mustasyar Diny dalam Ibadah Haji

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) telah memberangkatkan lebih dari 30 orang sebagai Musyrif Diny atau yang sebelumnya dikenal sebagai Mustasyar Diny.

Perbedaan Musyrif Diny dengan Mustasyar Diny

Cholil Nafis salah satu Musyrif Diny menjelaskan, kalau Musyrif Diny itu ikut serta menentukan kebijakan sesuai syariah dalam pelaksanaan ibadah haji.

Sedangkan, lanjut Cholil Nafis, Mustasyar Diny itu lebih ke konsultasi ibadah atau penasihat keagamaan yang sifatnya dan pekerjaannya dibutuhkan jika ada yang bertanya terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji itu sendiri.

Berikut nama-nama Musyrif Diny yang telah diberangkatkan Kemenhaj menuju tanah suci: 

Abdulloh Kafabihi Machrus Aly

Cholil Nafis

M. Asrorun Niam

Buya Gusrijal

Liliek Noer Chalida

Hindun Anisah

Muhammad Ziyad

Misbahul Munir

Sholahudin Masruri

Rohimi Zamzam

Umaimah Wahid

Syafrida Hani

Nur Ahmad

Achmad Subaidi Affan

Moh. Ayyub Mustofa

Muhammad As'Ad Ilyas Khotib

Julian Lukman

Shodiqul Amin

Afharrozi

Aries Dwi Choiron

Haris Muslim

Afifuddin

Muhyidin Thohir

Saiful Islam

Faturahman Kamal

Fahmi Amrullah

Ihsan Kamil

Sari Damayanti

Sabela

Siti Badiah

Tgk Muhammad Ali

Neyla Saida Anwar

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved