Haji 2026
Prof Jaenal Effendi: Eksportir Makanan Siap Saji Kerjasama Mitra di Arab Saudi
Penyelenggaraan ibadah haji 2026 tidak hanya membawa dampak spiritual bagi jemaah Indonesia, tetapi membuka peluang ekonomi nasional di Arab Saudi.
Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH – Penyelenggaraan ibadah haji 2026 tidak hanya membawa dampak spiritual bagi jemaah Indonesia, tetapi juga mulai membuka peluang ekonomi nasional di Arab Saudi.
Salah satu yang kini mulai dirasakan langsung para jemaah adalah hadirnya makanan bercita rasa Nusantara di Tanah Suci.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, Prof Dr Jaenal Effendi, mengatakan sejumlah eksportir Indonesia telah berhasil menjalin kerja sama dengan mitra usaha di Arab Saudi, khususnya dalam penyediaan makanan siap saji untuk kebutuhan jemaah haji.
“Para eksportir berhasil menjalin kerja sama dengan mitra-mitra yang ada di Saudi terkait makanan ready to eat,” ujar Jaenal di Madinah, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, keberhasilan tersebut didukung oleh masuknya produk bumbu asal Indonesia yang kini mulai digunakan dalam penyediaan konsumsi jemaah haji di Arab Saudi.
Kehadiran bumbu Nusantara dinilai mampu menghadirkan rasa masakan yang lebih akrab dengan lidah jemaah Indonesia.
Baca juga: BPKH: Dana Haji Tidak Hanya Disimpan, Tapi Dikelola Secara Syariah, Transparan, dan Profesional
“Terutama ini bisa terwujud dari adanya para eksportir bumbu yang sudah masuk dan sudah dipakai,” katanya.
Jaenal menyebut antusiasme jemaah terhadap makanan bercita rasa Indonesia sangat tinggi.
Banyak jemaah merasa lebih nyaman dan bahagia karena tetap bisa menikmati masakan khas Nusantara selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Animonya sangat luar biasa. Masyarakat jemaah haji kita sangat bahagia bisa merasakan cita rasa Indonesia, Nusantara yang ada di sini,” ujarnya.
Selain sektor konsumsi, pemerintah juga tengah menyiapkan pengembangan platform oleh-oleh haji berbasis ekonomi nasional.
Platform tersebut diharapkan dapat menjadi ruang promosi sekaligus memperkuat pasar produk UMKM Indonesia.
“Kami dari Ditjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji menyampaikan bahwa alhamdulillah di Indonesia kita juga sudah punya platform oleh-oleh haji. Ini sedang dimatangkan agar nanti ada nilai manfaat ekonominya,” jelas Jaenal.
Ia mengatakan penguatan ekosistem ekonomi haji menjadi salah satu arahan pemerintah agar pelaksanaan ibadah haji tidak hanya berdampak pada aspek ibadah, tetapi juga mampu memberikan multiplier effect terhadap perekonomian nasional.
“Ini selalu menjadi pesan Bapak Presiden dan juga Pak Menteri, bahwa pelaksanaan ibadah haji diharapkan memberi manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat dan UMKM Indonesia,” ungkapnya.
Jaenal juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Arab Saudi, khususnya Kementerian Haji Kerajaan Saudi Arabia, yang dinilai membuka ruang kemitraan ekonomi bersama Indonesia selama musim haji berlangsung.
“Kita berterima kasih kepada pemerintah Arab Saudi yang banyak mendukung kemitraan-kemitraan ini,” katanya.
Ke depan, pemerintah berharap dampak ekonomi dari penyelenggaraan ibadah haji dapat diukur secara lebih konkret, termasuk kontribusinya terhadap peningkatan ekspor produk Indonesia dan pengembangan UMKM nasional.
“Harapannya multiplier effect positif dari sisi ekonomi ini nanti bisa kita kuantifikasi,” katanya. (hasim arfah/mch 2026)
| Jamaah Jangan Paksakan Diri ke Masjidil Haram |
|
|---|
| Kloter 26 Embarkasi Makassar Tiba di Asrama Haji Sudiang, Jamaah Maluku Hanya Transit di Bandara |
|
|---|
| Tangis Penjual Nasi Kuning Menetes di Asrama Haji, Nabung Mulai Rp10 Ribu hingga Bisa Berhaji |
|
|---|
| 387 Jamaah Kloter 25 Asal Papua Barat Tiba di Asrama Haji Sudiang |
|
|---|
| Jemaah Haji Kembali Diingatkan Patuhi Aturan Ihram sebelum Tiba di Bandara King Abdulaziz Jeddah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260508_Dampak-haji_dampak-haji-2026.jpg)