Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Jamaah Jangan Paksakan Diri ke Masjidil Haram

Keinginan beribadah langsung di Masjidil Haram merupakan hal yang baik, namun harus disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing jamaah.

Tayang:
Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/HASIM ARFAH/MCH 2026
VISITASI BIMBINGAN IBADAH - Abdul Aziz Siswanto, Pelaksana Bimbad Daker Makkah PPIH Arab Saudi ditemani bimbad daker memberikan penjelasan soal visduk di Sektor 4, Selasa (5/5/2026). Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menegaskan bahwa jamaah tidak perlu memaksakan diri selalu beribadah di Masjidil Haram, terutama jika kondisi fisik tidak memungkinkan. 

Ringkasan Berita:
  • Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi mengimbau jamaah haji tidak memaksakan diri selalu beribadah di Masjidil Haram jika kondisi fisik tidak memungkinkan.
  • Seluruh kawasan Tanah Haram memiliki keutamaan ibadah besar sehingga jamaah tetap bisa beribadah dengan nyaman di masjid hotel masing-masing.
  • PPIH mengingatkan pentingnya prinsip hifdz nafs atau menjaga keselamatan diri.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKKAH - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jamaah tidak memaksakan diri selalu beribadah di Masjidil Haram, terutama jika kondisi fisik tidak memungkinkan.

Penegasan ini disampaikan Tim Layanan Bimbingan Ibadah (Bimbad) Daker Makkah untuk meluruskan persepsi sebagian jamaah yang menganggap salat di luar Masjidil Haram memiliki keutamaan lebih rendah.

Tim Pelaksana Bimbad PPIH Daker Makkah, Abdul Aziz Siswanto mengatakan seluruh kawasan Tanah Haram memiliki keutamaan ibadah yang sangat besar.

“Salat di sini pahalanya berlipat,” ujarnya usai kegiatan Visitasi, Konsultasi, dan Edukasi (Visduk) di kawasan Syisyah, Selasa (5/5/2026).

Menurut Aziz, keinginan beribadah langsung di Masjidil Haram merupakan hal yang baik, namun harus disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing jamaah.

Ia mengingatkan pentingnya prinsip hifdz nafs atau menjaga keselamatan diri sebagai prioritas utama dalam beribadah.

“Kalau fisiknya memungkinkan, silakan. Tapi jangan sampai memaksakan diri hingga membahayakan,” tegasnya.

Baca juga: 387 Jamaah Kloter 25 Asal Papua Barat Tiba di Asrama Haji Sudiang

Kepadatan di Masjidil Haram menyimpan sejumlah risiko. Terutama bagi jamaah lansia, disabilitas, dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.

Kasus jamaah tersesat juga kerap terjadi karena banyaknya pintu masuk, area yang luas, serta kepadatan pengunjung.

“Sering jamaah lupa pintu masuk, tempat wudu, atau titik pertemuan. Ini yang perlu diantisipasi,” kata Aziz.

Untuk mengurangi risiko, PPIH mengimbau jamaah dengan kondisi tertentu agar mengoptimalkan ibadah di masjid hotel masing-masing.

Kelompok yang menjadi prioritas perhatian meliputi lansia, disabilitas, dan jamaah dengan riwayat penyakit.

Jaga Stamina Jelang Armuzna

Menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), jamaah haji Indonesia diimbau untuk lebih bijak mengatur aktivitas ibadah dan menjaga kondisi fisik. 

Ibadah yang dilakukan di lingkungan Tanah Haram, termasuk di masjid hotel, tetap memiliki nilai keutamaan yang besar.

Kepala Seksi Bimbingan dan Ibadah (Bimbad) serta KBIHU PPIH Daker Makkah, Erti Herlina mengatakan sebagian besar jamaah yang telah tiba di Makkah kini memasuki fase persiapan menuju Armuzna setelah menunaikan umrah wajib.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved