Haji 2026
Kisah Nenek Maros Sulsel Jumariah Pilih Makan Telur Ayam dan Daun Ubi Demi Tabung Haji
Sosok Nenek Jumariah mendadak menjadi perhatian jemaah haji Indonesia di Madinah.
Dengan tabungan hasil kerja keras selama hampir dua dekade, ia akhirnya mendaftar haji pada tahun 2011.
Tahun ini, penantian panjangnya terbayar lunas setelah dirinya benar-benar tiba di Madinah sebagai tamu Allah.
Namun kebahagiaan itu bercampur haru.
Nenek Jumariah mengaku tak mampu menahan air mata setiap kali masuk ke Masjid Nabawi maupun Raudhah karena teringat kedua orang tuanya.
“Kalau masuk masjid saya selalu menangis. Saya ingat orang tua saya,” ujarnya.
Ia bahkan mengaku sempat tidak percaya bisa berada di Tanah Suci.
Baginya, perjalanan haji ini bukan semata karena kemampuan finansial, melainkan karena panggilan Allah SWT.
“Saya orang miskin. Yang bikin saya sampai ke sini karena panggilan Tuhan,” katanya.
Selama di Madinah, Nenek Jumariah rutin berjalan menuju Masjid Nabawi untuk salat berjamaah bersama teman-temannya.
Meski tidak bisa membaca dan takut tersesat, semangat ibadahnya tidak surut.
“Kalau di kampung saya bisa jalan lima kilo sendiri. Kalau di sini saya takut nyasar karena ramai,” ujarnya polos.
Kini, satu doa sederhana terus ia panjatkan di Tanah Suci.
Selain mendoakan kedua orang tuanya, Nenek Jumariah berharap diberi umur panjang agar suatu hari nanti bisa kembali lagi ke Madinah dan Makkah.
“Saya suka di sini. Rasanya tenang sekali. Semoga saya bisa ke sini lagi,” ucapnya penuh haru. (hasim arfah/mch 2026)
| Jamaah Haji Asal Lombok NTB Tahan Tangis saat Mendarat di Bandara Jeddah |
|
|---|
| Bunga Mawar Sambut Jemaah Haji Lombok pada Awal Gelombang 2 Kedatangan |
|
|---|
| KBIHU Diimbau Tak City Tour ke Luar Makkah Jelang Armuzna |
|
|---|
| Jamaah Haji Kalimantan Barat Tutup Gelombang I di Madinah |
|
|---|
| Jumriah Buruh Tani Asal Maros Sulsel Terpilih Ikon Haji 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260507_ikon-haji-2026_jumariah-ikon-haji-2026.jpg)