Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Bus Salawat 24 Jam di Makkah: Gratis, Tanpa Tip, dan Siap Antar Jamaah Indonesia ke Masjidil Haram

Tak sekadar transportasi, layanan ini menjadi “urat nadi” mobilitas jamaah selama di Makkah. 

Tayang:
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Sakinah Sudin
Tribun-timur.com/ MCH 2026
BUS SALAWAT - Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman di Kota Makkah, Arab Saudi, Minggu (26/4/2026). Pemerintah memastikan layanan bus salawat beroperasi 24 jam nonstop, menghubungkan hotel jemaah dengan pusat ibadah di Kota Suci Makkah—tanpa biaya sepeser pun. 

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi


TRIBUN-TIMUR.COM, MAKKAH - Langkah jutaan jamaah menuju Masjidil Haram kini semakin ringan. 

Pemerintah Indonesia memastikan layanan bus salawat beroperasi 24 jam nonstop, menghubungkan hotel jamaah dengan pusat ibadah di Kota Suci Makkah, tanpa biaya sepeser pun.

Tak sekadar transportasi, layanan ini menjadi “urat nadi” mobilitas jamaah haji Indonesia selama di Makkah

Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi Syarif Rahman menegaskan, Indonesia bahkan melampaui standar yang ditetapkan otoritas Arab Saudi.

“Secara aturan, hanya jamaah dengan jarak minimal 2.000 meter yang wajib difasilitasi. Tapi Indonesia melayani seluruh jamaah tanpa pengecualian,” ujarnya.

5 Wilayah, 3 Terminal, 21 Rute

Layanan bus salawat tahun ini menjangkau lima kawasan utama pemondokan jamaah: Misfalah, Jarwal, Raudhah, Syisyah, dan Aziziyah. Seluruhnya terhubung dengan tiga terminal besar—Ajyad, Jabal Ka’bah, dan Syib Amir—yang menjadi simpul perjalanan 
menuju Masjidil Haram.

Sebanyak 21 rute disiapkan, lengkap dengan kode warna dan nomor yang memudahkan jamaah mengenali jalur mereka. 

Bahkan, setiap jamaah sudah dibekali kartu rute sejak tiba di hotel.

“Biasanya dua sampai tiga hari, jamaah sudah hafal sendiri,” kata Syarif di Kota Makkah, Arab Saudi, Minggu (26/4/2026).

Tunggu 15 Menit, Bus Datang

Pada puncak kedatangan, sekitar 452 unit bus dikerahkan, semuanya berusia maksimal lima tahun.

Dengan sistem pengaturan yang semakin rapi, waktu tunggu jamaah rata-rata hanya 15–20 menit, terutama menjelang dan usai salat fardu.

Bus ditempatkan di terminal utama dan kantong parkir dekat hotel, dengan sistem koordinasi real-time antarpetugas.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved