LAPORAN ON THE SPOT
Jemaah Haji Dapat Air 1 Liter per Hari di Tengah Panas Ekstrem
Satu per satu jemaah diarahkan menuju bus untuk diberangkatkan ke hotel masing-masing.
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Abdul Azis Alimuddin
Hotel-hotel di Makkah dijadwalkan mulai ditempati pada 30 April 2026.
Fasilitas yang disiapkan cukup lengkap.
Mulai dari kamar, layanan kebersihan, hingga akses transportasi menuju Masjidil Haram.
Dalam satu kamar, tiga hingga empat jemaah akan ditempatkan.
Pengaturan ini untuk menjaga keseimbangan antara kenyamanan dan efisiensi.
“Secara umum hotel sudah siap ditempati,” kata Ihsan.
Di tengah jutaan jemaah yang memadati Makkah, satu liter air per hari mungkin terlihat sederhana.
Namun, di balik itu, tersimpan upaya besar menjaga kekuatan jemaah hingga puncak ibadah.
Salat Arbain
Sementara itu di Madinah, jemaah juga diingatkan untuk mengatur ritme ibadah.
Terutama saat berada di Masjid Nabawi.
PPIH mengimbau agar jemaah, khususnya lansia, tidak memaksakan diri menuntaskan salat Arbain.
Pembimbing Ibadah PPIH Daker Bandara, Anis Diyah Puspita, menegaskan Arbain bukan rukun maupun wajib haji.
Karena itu, tidak memengaruhi keabsahan ibadah.
“Jemaah banyak yang lansia, tidak harus memaksakan Arbain,” ujarnya.
Menjaga kesehatan menjadi prioritas utama.
Apalagi menjelang puncak haji di Arafah.
Kelelahan justru bisa berdampak pada pelaksanaan rukun utama.
Sejak awal kedatangan, jemaah terus diingatkan untuk mengatur aktivitas.
Salat di Masjid Nabawi tetap dianjurkan.
Namun, kondisi fisik harus menjadi pertimbangan.
Jika lelah, jemaah diminta beristirahat.
Ibadah bisa dilakukan di hotel.
“Kalau sehat silakan. Tapi kalau lelah, salat di hotel juga tetap berpahala,” kata Anis.
Pesan ini menjadi penegas.
Bahwa ibadah haji bukan sekadar soal kuantitas.
Tetapi juga tentang kesiapan fisik dan keselamatan.
Dengan stamina terjaga, jemaah diharapkan mampu menjalani puncak haji dengan lancar dan khusyuk.(*)
| Jamaah Yogyakarta Sumringah Disambut Petugas Haji di Madinah |
|
|---|
| 15 Perusahaan Transportasi Siaga Layani Jamaah Haji Indonesia di Madinah |
|
|---|
| Cukup 4,5 Jam Bagi Pemerintah Australia Satukan Semua Bangsa dan Agama |
|
|---|
| Ketika Pemuda Aborigin Dituntut Merantau |
|
|---|
| Colin Jack-Hinton Daeng Matutu, Koleksi Kapal, dan Kecintaan pada Makassar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260424-Jamaah-Haji-Jabar-Puji-Haji-2026-Pelayanan-Kelihatan-Sederhana-tapi-Dampak-Signifikan.jpg)