Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

6.000 Bus Siap Angkut Jamaah Haji Indonesia

Pada musim haji ini pemerintah telah bekerja sama dengan sebanyak 15 perusahaan transportasi. 

Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Sakinah Sudin
Media Centre Haji
TRANSPORTASI HAJI - Foto ilustrasi, bus jamaah haji Indonesia tahun 2025. Tahun ini, sebanyak 6.000 bus akan digunakan untuk mengangkut jamaah dari bandara ke hotel serta mendukung mobilitas selama berada di Madinah. 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 6.000 armada bus besar disiapkan untuk melayani transportasi jamaah haji Indonesia 2026, bekerja sama dengan 15 perusahaan transportasi, dengan kapasitas dibatasi maksimal 42 jamaah per bus.
  • Kepala Seksi Transportasi Daker Madinah Achmad Muslichuddin Tamdjiz menyebut kloter pertama jamaah haji Indonesia dijadwalkan tiba di Madinah pada Selasa (22/4/2026).

 

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH - Sebanyak 6.000 armada bus disiapkan mengangkut jamaah haji Indonesia pada musim haji tahun 2026. 

Jamaah haji Indonesia kloter pertama rencananya akan tiba di Madinah pada Selasa (22/4/2026) mendatang.

Kepala Seksi Transportasi Daerah Kerja Madinah Achmad Muslichuddin Tamdjiz mengungkapkan, pada musim haji ini pemerintah telah bekerja sama dengan sebanyak 15 perusahaan transportasi. 

Mayoritas, bus yang dipakai dalam layanan untuk jamaah haji nanti adalah tipe bus besar.

"Ini kan layanan AKAP, antar kota perhajian. Tipe busnya Coach, tipe bus besar dengan kapasitas mulai dari 45 sampai ada yang 51," kata Achmad Muslichuddin Tamdjiz, di Kantor Daker Madinah, Senin (21/4/2026). 

"Akan tetapi kita membatasi (jumlah penumpang-Red), rombongan kita dimaksimalkan tidak lebih dari 42 orang setiap bus atau dalam setiap rombongan," jelasnya.

Terkait penyambutan jamaah kloter perdana nanti, Muslih menyatakan timnya akan menyiapkan beberapa dokumen, diantaranya form kedatangan yang berisi di antaranya jumlah jamaah yang datang, asal embarkasi, dan jumlah bus.

"Kemudian masing-masing rombongan kita tulis datanya, dan tugas transportasi yang bertanggung jawab atas catatan tersebut," ujar Muslih.

Adapun terkait alur pergerakan jamaah di Madinah, menurut Muslih, tidak teralu rumit mengingat dari Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA) ke hotel di Madinah tersebut jaraknya kurang lebih satu jam saja. 

"Karena kita akan ada komunikasi tektok dengan pihak bandara, terutama transportasi bandara," ujar Muslih.

"Ketika jemaah tersebut sudah didorong, diberangkatkan dari bandara, diinformasikan ke kami di hotel Madinah, tentu kita akan mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan," jelasnya.

Ia pun telah mengantisipasi seandainya terdapat jamaah yang tertinggal baik di hotel maupun di lokasi-lokasi tertentu.

Jika terdapat kejadian seperti jamaah tertinggal di kamar (hotel), ia memastikan timnya akan melakukan koordinasi dengan seksi akomodasi.

"Jika ada jamaah yang ketinggalan kita akan siapkan kendaraan di luar bus, entah kendaraan operasional daker atau minibus Coaster yang biasa digunakan teman-teman petugas (haji)," tutur Muslih. (*/mch 2026) 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved