Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Makkunrai 2026

Husniah Talenrang : Pemikiran Pemimpin Perempuan Kombinasi Logika dan Perasaan

Bupati Gowa Husniah Talenrang menilai bahwa cara berpikir perempuan tidak bisa disederhanakan hanya dalam kerangka logika semata. 

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Faqih Imtiyaaz
MAKKUNRAI 2026 - Bupati Gowa Husniah Talenrang dalam talkshow Makkunrai 2026 di Phinisi Point (PiPo) Mall, Jl Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar pada Jumat (24/4/2026). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemikiran Perempuan kerap dipandang melalui dua sisi antara logika dan perasaan. 

Pandangan ini ikut menyertai setiap pemimpin perempuan.

Namun di tengah dinamika tersebut, justru muncul kekuatan khas membedakan cara perempuan mengambil keputusan

Yakni kemampuan memadukan rasionalitas dengan kepekaan sosial. 

Di era saat ini, kecenderungan berpikir hanya bertumpu pada logika, tetapi juga melibatkan empati.

Pemikiran ini menjadi nilai tambah dalam menghadirkan kebijakan lebih inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Bupati Gowa Husniah Talenrang menilai bahwa cara berpikir perempuan tidak bisa disederhanakan hanya dalam kerangka logika semata. 

Menurutnya, perempuan memiliki pendekatan yang lebih komprehensif karena melibatkan hati dalam setiap proses pengambilan keputusan.

"Memang perempuan selalu berpikir bukan hanya logika. Tapi menggukan hati. Tapi perlu kita ketahui bersama, dengan menggunakan hati. Perempuan bisa menghasilkan pemikiran matang, tepat, pemikiran untuk kepentingan semuanya," kata Husniah Talenrang dalam Talkshow Makkunrai 2026 di Phinisi Point (PiPo) Mall, Jl Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar pada Jumat (24/4/2026).

Ia menjelaskan, kepekaan tersebut membuat perempuan mampu melihat persoalan secara menyeluruh.

Mulai dari level atas hingga ke lapisan masyarakat paling kecil. 

Perspektif ini dinilai menjadi keunggulan tersendiri dalam kepemimpinan.

Sebab kebijakan yang dihasilkan tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga menyentuh aspek sosial yang lebih luas.

"Memperhatikan dari atas sampai ke bawah. Sampai ke masyarakat paling kecil. Itulah kelebihan perempuan," katanya.

Lebih lanjut, Husniah menegaskan bahwa stereotip 'baper' yang kerap dilekatkan pada perempuan tidak seharusnya dipandang negatif dalam konteks pemerintahan. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved