Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kisah Daeng Gassing Hidup Sendiri 20 Tahun, Rumah Reyot dan Seatap Ayam

Daeng Gassing menjalani hari tuanya di Kabupaten Gowa dalam kondisi sangat memprihatinkan

Tayang:
Tribun-timur.com/Sayyid Zulfadli Saleh Wahab
Daeng Gassing (61) warga miskin ektrem yang tinggal sebatang kara di rumah tak layak huni di Dusun Tanetea, Desa Bontomanai, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (7/5/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Rumah Daeng Gassing tak layak huni
  • Hanya berukuran 4x6 meter
  • Daeng Gassing menjalani hari tuanya dalam kondisi sangat memprihatinkan

 

TRIBUN-GOWA.COM, SUNGGUMINASA — Kakek Daeng hanya hidup sebatang kara di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan (Sulsel)

Ia tinggal di Dusun Tanetea, Desa Bontomanai, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel)

Kecamatan Bungaya merupakan salah satu Kecamatan di dataran tinggi Gowa.

Dari Sungguminasa ke Desa Bontomanai Kecamatan Bungaya berjarak sekira 41 kilometer.

Dengan jarak tempuh jika menggunakan mobil atau motor sekira 1 jam 51 menit atau 2 jam lebih

Rumah Daeng Gassing tak layak huni.

Hanya berukuran 4x6 meter.

Daeng Gassing menjalani hari tuanya dalam kondisi sangat memprihatinkan.

Rumah ditempatinya selama sekira 20 tahun itu jauh dari kata layak.

Dinding terbuat dari ayaman bambu di bagian dapur tampak rusak parah dan nyaris ambruk.

Sebagian bangunan sudah lapuk dimakan usia.

Mirisnya lagi, rumah tersebut tidak memiliki toilet. 

Untuk buang air besar, pria 61 tahun itu terpaksa berjalan ke belakang rumah.

Di dalam rumah itu, ia bahkan harus berbagi ruang dengan ayam-ayam yang naik ke bagian atas bangunan setiap malam.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved