Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Main-main dengan Borgol, Pemuda di Gowa Berujung Dievakuasi Damkar

Korban bernama Fadli, warga Kelurahan Tompobalang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Tayang:
Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Alfian
Istimewa/Damkar Gowa
EVAKUASI DAMKAR - Tim Rescue Damkar Gowa mengevakuasi tangan pemuda yang terborgol. Proses pelepasan borgol menggunakan obeng di Mako Damkar Gowa Jl Tumanurung Sungguminasa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa Sulsel, Jumat (30/1/2026). 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Gowa evakuasi terhadap pemuda yang tangan terborgol dan tidak bisa dilepaskan.

Korban bernama Fadli, warga Kelurahan Tompobalang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Ia datang sendiri untuk meminta bantuan melepas borgol dari tangannya d markas Damkar Gowa, Jl Tumanurung, Kecamatan, Somba Opu, Gowa, Sulsel.

Proses pelepasan borgolnya dengan obeng. 

Kasi Operasi dan Pengendalian Penanganan Kebakaran Damkar Gowa, Syahriani, mengatakan kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi sejak awal tahun.

Ia mengaku heran bagaimana borgol tersebut bisa diperoleh.

Dari pengakuan korban kata dia, borgol itu digunakan hanya untuk main-main.

Ironisnya, borgolnya tak bisa terlepas.

“Entah di mana ambilnya, bagaimana caranya main sampai dikunci borgolnya sendiri dan tidak bisa dilepas, padahal dia punya kuncinya,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).

Baca juga: Damkar Makassar Evakuasi Kaki Bocah 6 Tahun yang Terjepit di Teralis Got

Syahriani menjelaskan proses evakuasi dilakukan menggunakan alat seadanya tersedia di markas Damkar.

“Sampai di sini tim kami evakuasi dengan alat seadanya, pakai obeng dan obeng listrik," ucapnya

"Setelah itu dilepas pelan-pelan dan akhirnya terbuka dengan aman,” sambungnya

Ia memastikan tidak ada cedera dialami oleh korban selama proses evakuasi berlangsung.

“Tidak ada cedera, alhamdulillah,” tuturnya.

Ia menyebut dari awal tahun ini sudah dua pelapor yang mengalami kasus serupa.

"Dari awal tahun ini sudah dua kali kita lepas borgol di sini, dan itu semua anak muda,” kata Syahriani.

Ia imbauan kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak.

“Saya selaku orang tua menghimbau seluruh masyarakat untuk memperhatikan mainan anaknya. Jangan sembarang main, karena itu bisa mengganggu keselamatannya,” tegasnya.

Menurutnya, hal sekecil apa pun berpotensi menjadi bahaya jika tidak digunakan dengan benar.

“Tidak diamankan, karena pelapor sendiri yang minta borgolnya,” ungkap Syahriani.

Sekertaris Damkar Gowa, Said mengatakan dari hasil penelusuran petugas, borgol tersebut memang digunakan korban hanya untuk bermain.

“Kita tanya awalnya memang main-main. Setelah dia mainkan kuncinya, dia tidak bisa lepas lagi,” pungkasnya.(*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved