Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Demo di Gowa

Demonstran Geram Harga Lapak Ramadhan Fair di Gowa Dinilai Cekik PKL

Demonstran menyebut kehadiran Ramadhan Fair justru menghentikan aktivitas ekonomi pedagang kaki lima di luar dengan biaya tinggi.

Tayang:
Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Sayyid Zulfadli Saleh Wahab
DEMO GOWA - Massa aksi melanjutkan demonstrasi ke DPRD Gowa Jl Masjid Raya Sungguminasa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa, Sulsel, setelah tak ditemui oleh Bupati Gowa Husniah Talenrang, Kamis (15/1/2026). Demonstran menuntut Pemkab Gowa perhatikan nasib PKL. 

Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang mereka miliki, terdapat sekitar 90 lebih lapak yang dibangun di dua fasilitas umum.

Yakni, RTH Lapangan Syekh Yusuf dan RTH Taman Sultan Hasanuddin.

“Lapak-lapak itu dibangun di atas fasum dan dikenakan biaya sewa lapak yang tinggi. Ini yang kami tolak,” ujarnya.

Ia menegaskan fasilitas umum seharusnya digunakan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Tak Ditemui Bupati Gowa, Massa Lanjutkan Demo ke Kantor DPRD dan Sempat Ricuh

DEMO RICUH - Massa aksi melanjutkan demonstrasi ke DPRD Gowa Jl Masjid Raya Sungguminasa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa, Sulsel, setelah tak ditemui oleh Bupati Gowa Husniah Talenrang, Kamis (15/1/2026). Di lokasi ini juga sempat terjadi Kericuhan.
DEMO RICUH - Massa aksi melanjutkan demonstrasi ke DPRD Gowa Jl Masjid Raya Sungguminasa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa, Sulsel, setelah tak ditemui oleh Bupati Gowa Husniah Talenrang, Kamis (15/1/2026). Di lokasi ini juga sempat terjadi Kericuhan. (Tribun-timur.com/Sayyid Zulfadli Saleh Wahab)

Bukan untuk membebani pedagang kecil.

“Kami tahu fasum itu digunakan demi kemaslahatan rakyat, khususnya masyarakat Gowa,” lanjutnya.

Ia menyebut kehadiran Ramadhan Fair justru menghentikan aktivitas ekonomi pedagang kaki lima di luar dengan biaya tinggi.

“Kegiatan ini menjadi tameng pungutan-pungutan liar hingga menguras modal pedagang kaki lima. Banyak pedagang merasa resah karena biaya sewa lapak itu tinggi,” kata Fahim.

Terkait biaya lapak, Fahim menyebut tahun lalu pedagang dikenakan biaya mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp6 juta selama bulan Ramadan.

“Informasi sekarang untuk tahun ini beredar sekitar Rp3,5 juta dan besar kemungkinan akan naik,” ungkapnya.

Ia menilai nominal tersebut sangat memberatkan pedagang kecil.

“Kalau dipatok Rp3,5 juta, itu sangat mencekik. Kita bisa bayangkan bagaimana pedagang harus mengejar modalnya selama Ramadan,” jelasnya.

Ia menambahkan adanya pedagang dari luar Gowa yang ikut berjualan dengan menggunakan KTP warga Gowa.

“Tahun lalu ada pedagang dari luar daerah yang menggunakan embel-embel KTP masyarakat Gowa. Padahal pemilik dan owner-nya bukan warga Gowa,” katanya.

Dalam aksi tersebut, sempat terjadi insiden saling dorong saat massa mendatangi Kantor DPRD Gowa.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved