Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Demo di Gowa

Demonstran Geram Harga Lapak Ramadhan Fair di Gowa Dinilai Cekik PKL

Demonstran menyebut kehadiran Ramadhan Fair justru menghentikan aktivitas ekonomi pedagang kaki lima di luar dengan biaya tinggi.

Tayang:
Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Sayyid Zulfadli Saleh Wahab
DEMO GOWA - Massa aksi melanjutkan demonstrasi ke DPRD Gowa Jl Masjid Raya Sungguminasa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa, Sulsel, setelah tak ditemui oleh Bupati Gowa Husniah Talenrang, Kamis (15/1/2026). Demonstran menuntut Pemkab Gowa perhatikan nasib PKL. 

 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Sejumlah massa menggelar aksi unjuk rasa di dua lokasi, yakni Kantor Pemerintah Kabupaten Gowa dan Kantor DPRD Gowa, Jl Masjid Raya Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (15/1/2026)

Aksi ini sempat bentrok antara pengunjuk rasa dan petugas kepolisian dan satpol PP 

Pantauan di lokasi, bentrok pertama di kantor Bupati Gowa karena massa aksi tak ditemui oleh Bupati Gowa Husniah Talenrang

Aksi saling dorong pun tak terindahkan.

Arus lalu lintas pun sempat macet.

Kemudian demonstrasi berlanjut ke  DPRD Gowa.

Di lokasi ini juga massa aksi tak kunjung ditemui oleh perwakilan rakyat 

Sehingga puluhan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Forum peduli pedagang kaki lima (FPPKL) Gowa memaksa naik ke lantai dua ruangan pimpinan DPRD.

Baca juga: BREAKING NEWS: Aksi Mahasiswa Bela PKL di Gowa Ricuh, Massa Dorong Pagar Kantor Bupati

UNJUK RASA RICUH - Aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Gowa, Jalan Masjid Raya, Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, diwarnai kericuhan, Kamis (15/1/2026). Massa sempat membakar ban dan mendorong pagar gerbang kantor bupati.
UNJUK RASA RICUH - Aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Gowa, Jalan Masjid Raya, Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, diwarnai kericuhan, Kamis (15/1/2026). Massa sempat membakar ban dan mendorong pagar gerbang kantor bupati. (TRIBUN TIMUR/Sayyid Zulfadli Saleh Wahab)

Namun mereka dicegat sama petugas. Hingga akhirnya bentrok tak terindahkan.

Berselang beberapa saat, unjuk rasa pun kembali kondusif.

Jendral lapangan aksi, Fahim, mengatakan unjuk rasa ini sebagai bentuk tuntutan pertanggungjawaban pemerintah daerah atas penyelenggaraan Ramadhan Fair yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.

Ia menilai kegiatan tersebut membuka ruang terjadinya pungutan liar dan justru menekan pedagang kaki lima.

Apalagi biaya sewa per lapak dagangan dinilai sangat tinggi.

“Kami menganggap kegiatan ini menjadi ruang-ruang pungutan liar dan mencekik pedagang kaki lima,” tegasnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved