Citizen Report
Ponpes Puteri Ummul Mukminin Aisyiyah Sulsel Wisuda 83 Hafidzah
Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan kembali melahirkan puluhan penghafal
Penulis: CitizenReporter | Editor: Edi Sumardi
Pesertanya meningkat dari 33 orang pada 2022 menjadi 173 peserta pada 2025.
Masriwaty menyebut capaian hafalan santriwati mengalami peningkatan signifikan setiap tahun.
Jumlah hafidzah 30 juz meningkat dari lima orang pada 2024, menjadi 19 orang pada 2025, dan bertambah menjadi 26 orang pada 2026.
Sementara jumlah peserta wisuda tahfidz naik dari 73 orang pada 2024 dan 2025 menjadi 83 orang pada 2026.
“Kegiatan ini menjadi tanda kesuksesan awal bagi ananda sekalian untuk terus mempertahankan dan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah keluarga dan masyarakat,” tutur Masriwaty.
Ia menambahkan, program tahfidz menjadi salah satu pilar utama Ummul Mukminin dalam mencetak kader ulama perempuan dan pemimpin berbasis Al-Qur’an dan Al-Sunnah.
Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Pondok Pesantren Muhammadiyah (LP2M) PWM Sulsel, Haidir Fitra Siagian MA PhD, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas capaian para santriwati.
“Wisuda ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi tanda lahirnya generasi Qur’ani yang diharapkan mampu memberi cahaya bagi umat dan bangsa,” katanya.
Menurut Fitra, kualitas pendidikan saat ini tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga karakter, adab, dan akhlak.
“Hafalan Al-Qur’an harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya mengatakan.
Sementara itu, Ketua Badan Pembina Ummul Mukminin, Prof Hj Siti Aisyah Kara MA PhD, mengatakan Ummul Mukminin berkomitmen melahirkan alumni unggul di bidang akademik maupun non-akademik.
“Salah satu syarat menjadi kader ulama adalah menghafal Al-Qur’an dan menguasai hadis. Mereka inilah yang kelak menjadi pemimpin,” ujarnya.
Ia berharap para alumni Ummul Mukminin dapat menjadi figur inspirasi Qur’ani dan terus menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan selama di pesantren.
Kegiatan wisuda turut dihadiri jajaran Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah, Rektor INASS Dr Nurhayati Azis, para pimpinan pondok, kepala sekolah dan madrasah, guru, karyawan, serta orang tua santriwati.(*)
| SDIT Insantama Makassar Tanamkan Jiwa Wirausaha dan Kreativitas Sejak Dini |
|
|---|
| Kartu Skore Dhiana Setyorini Tingkatkan Deteksi Dini Preeklamsia hingga 100 Persen di Makassar |
|
|---|
| Ibu Hamil di Rappokalling Rasakan Ketenangan Batin Lewat Senam, Doa, Zikir |
|
|---|
| 'AI Tidak Bisa Benar 100 Persen, Kita Pengendalinya' |
|
|---|
| Diaspora Sulawesi di Sydney Australia Kumpul Bersama di Acara Halalbihalal KKSS Sydney |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Pondok-Pesantren-Ummul-Mukminin-Aisyiyah-Wilayah-Sulawesi-Selatan-2252026.jpg)