Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

'Warisan' Nurdin Abdullah, Rest Area Michino Eki Jadi Tempat Nge-thrift dan Area Perkelahian Remaja

Bangunan rest area yang terletak di Kelurahan Tanete, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, hingga kini belum

Tayang:
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Edi Sumardi
Tribun-timur.com/Samsul Bahri
REST AREA - Rest area Michino Eki di Kelurahan Tanete, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulsel yang dibiarkan terbengkalai. Bangunan ini meniru rest area Michi-no-Eki di Jepang. 

BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM - Bangunan rest area yang terletak di Kelurahan Tanete, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal.

Gedung yang berdiri megah di sisi barat Jalan Poros Bulukumba–Sinjai itu selalu jadi perhatian pengguna jalan.

Dengan konsep arsitektur bergaya Jepang, bangunan yang dikenal dengan nama Michino Eki tersebut diharapkan menjadi ikon baru sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Namun, harapan tersebut belum terwujud.

“Bangunan itu belum dimanfaatkan sesuai dengan perencanaan awal Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan saat membangunnya,” kata tokoh masyarakat Bulukumba, Aciking, Selasa (12/5/2026).

Rest area Michino Eki di Bulukumba meniru rest area Michi-no-Eki di Jepang.

Michi-no-Eki memperlihatkan bagaimana Jepang menggabungkan fasilitas publik dengan sentuhan lokal yang membuat pengalaman singgah semakin menarik.

Michi-no-Eki merupakan rest area resmi yang dibangun pemerintah Jepang dan dapat ditemukan di sepanjang jalan maupun jalan raya. 

Fasilitas ini hadir di berbagai daerah dan terbuka bagi siapapun yang tengah melakukan perjalanan. 

Di dalamnya tersedia toko suvenir, tempat beristirahat, dan restoran yang membantu pengunjung memenuhi kebutuhan selama berada di jalan. 

Pengunjung juga bisa menemukan beragam produk khas daerah, mulai dari makanan lokal, local sake, kerajinan tradisional, hingga hasil pertanian segar.

Banyak wisatawan merasa terbantu karena rest area ini sering muncul tepat ketika dibutuhkan saat perjalanan mulai terasa melelahkan. 

Setiap lokasi menawarkan pesona lokal dan pilihan makanan yang membuatnya menjadi tempat singgah favorit di berbagai rute. 

Selain itu, konsepnya turut mendukung pariwisata serta perdagangan daerah lewat produk-produk yang dijajakan.

Sebagaimana Michi-no-Eki di Jepang, rest area di Bulukumba juga dirancang dengan fungsi lebih dari sekadar tempat berhenti. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved