Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Anggota DPRD Terlama di Bulukumba Optimistis Jadi Ketua PKB

Selanjutnya ada Tomy Satria Yulianto. Ia mantan Wakil Bupati Bulukumba dan politisi senior di Butta Panrita Lopi.

Tayang:
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
PKB BULUKUMBA - Incumbent Calon Ketua DPC PKB Bulukumba, Pahidin HDK. Saat ini sedang berebut calon ketua dengan anggota DPRD Sulsel, Agung Purnomo. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bulukumba, Sulawesi Selatan Musyawarah cabang akhir April lalu.

Dari Muscab itu sejumlah nama kader dan non kader disul jadi calon Ketua DPC PKB Bulukumba.

Nama-nama tersebut diantaranya, Ketua DPC PKB Bulukumba, Pahidin HDK.

Ia sebagai Wakil Ketua DPRD Bulukumba saat ini.

Selain itu ada Anggota DPRD Sulawesi Selatan dua priode, A Agung Purnomo.

Selanjutnya ada Tomy Satria Yulianto. Ia mantan Wakil Bupati Bulukumba dan politisi senior di Butta Panrita Lopi.

Dan non kader adalah pengusaha Bulukumba, H Amry.

Sementara ini tinggal dua nama yang sedang diseleksi namanya oleh tim DPP PKB di Jakarta.

Setelah Tomy Satria Yulianto memilih untuk tidak melanjutkan perjuangan menjadi calon ketua.

Kedua nama berpeluang menjabat calon ketua adalah Pahidin HDK dan Agung Purnomo.

"Sisa kami berdua dengan Andi Aan (sebutan Andi Agung Purnomo) yang berkompetitif calon ketua DPC PKB Bulukumba," kata Pahidin, Sabtu (9/5/2026).

Pahidin HDK optimistis mendapat rekomendasi dari DPP.

Ia adalah anggota DPRD Bulukumba terlama saat ini.

Pahidin menjabat sebagai anggota DPRD empat priode atau 20 tahun.

Prestasi Pahidin saat menjabat ketua PKB terus naik.

Prolehan kursi di parleman mengalami kemajuan signifikan dari tahun ke tahun.  

Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad saat hadir di Bulukumba mengatakan bahwa setiap calon wajib memiliki program memajukan PKB di masa mendatang.

Salah satunya harus memiliki program kemajuan di masa yang akan datang. Sebab partainya menargetkan harus memiliki kemajuan di segala tingkatan dan konsep kepemimpinan tidak boleh menoton tapi harus beradaptasi dengan perkembangan. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved