Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga Aspal Naik

Jalan Rusak di Bulukumba Masih 163 Kilometer, Proyek Terancam Imbas Harga Aspal Melonjak

Pemerintah Kabupaten Bulukumba berencana menyesuaikan volume pekerjaan dan Rincian Anggaran Biaya (RAB) proyek jalan.

Tayang:
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Samsul Bahri
JALAN ASPAL - Pengendara lintasi jalan aspal mulus di Jl Poros Bulobulo ke Desa Bontobulaeng beberapa waktu lalu. Pemerintah Kabupaten Bulukumba berencana menyesuaikan volume pekerjaan dan Rincian Anggaran Biaya (RAB) proyek jalan imbas naiknya harga aspal. 

TRIBUN-TIMUR.COM, BULUKUMBA - Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, menyikapi kenaikan harga aspal yang berdampak pada sejumlah proyek infrastruktur jalan.

Harga aspal minyak dilaporkan mengalami kenaikan hingga 40-66 persen, dari sekitar Rp9.000 menjadi Rp15.000 per kilogram.

Lonjakan harga tersebut dipicu naiknya harga minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM).

Kenaikan harga aspal juga berdampak pada pelaksanaan proyek infrastruktur di berbagai daerah.

Sejumlah tender perbaikan jalan mengalami penundaan, kekurangan peserta lelang, hingga pengurangan volume pekerjaan.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bulukumba berencana menyesuaikan volume pekerjaan dan Rincian Anggaran Biaya (RAB) proyek jalan.

“Tentu dalam penyusunan RAB akan disesuaikan dengan harga yang berlaku nantinya. Apalagi saat ini belum ada kegiatan di PUTR yang terkontrak,” kata Sekretaris Daerah Bulukumba, Muh Ali Saleng, Kamis (7/5/2025).

Baca juga: Respon Kenaikan Harga Aspal Pemkab Pinrang Alihkan Pembangunan Jalan Pakai Beton

Ali Saleng mengatakan, tahun ini terdapat puluhan kilometer jalan yang direncanakan untuk dikerjakan di Kabupaten Bulukumba.

Namun, pelaksanaan pembangunan dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas karena masih banyak ruas jalan rusak yang membutuhkan penanganan.

Akses jalan yang baik dinilai penting untuk mendukung kelancaran transportasi masyarakat, termasuk mempermudah distribusi hasil bumi menuju pusat perdagangan.

Selain itu, kondisi jalan yang memadai juga menunjang mobilitas warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), panjang jalan rusak di Kabupaten Bulukumba pada 2023 tercatat sepanjang 163,01 kilometer.

Angka tersebut menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 250 kilometer.

Berikut data panjang jalan rusak di Kabupaten Bulukumba berdasarkan BPS:

  • Tahun 2021: 220,96 kilometer
  • Tahun 2022: 250,78 kilometer
  • Tahun 2023: 163,01 kilometer
Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved