KLB Campak
Bulukumba Percepat Cakupan Imunisasi Campak
Sebagai upaya antisipasi, Dinas Kesehatan Bulukumba membuka layanan imunisasi campak di berbagai fasilitas kesehatan.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Abdul Azis Alimuddin
Kadinkes Palopo, Irsan Anugrah, menyebut distribusi kasus yang merata membuat situasi berbeda dengan daerah lain di Sulawesi Selatan yang telah lebih dulu berstatus KLB.
“Kasus di Palopo tersebar merata di sembilan kecamatan. Tidak ada lonjakan signifikan di satu wilayah,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, belum adanya peningkatan tajam menjadi alasan status KLB belum diberlakukan di Palopo.
Meski begitu, kewaspadaan tetap ditingkatkan.
Dinas Kesehatan Palopo mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala awal campak.
Umumnya, penyakit ini ditandai dengan ruam merah pada kulit, mata merah, serta demam tinggi.
“Gejala paling umum adalah ruam merah dan mata merah, yang kadang disertai demam tinggi,” jelas Irsan.
Untuk menekan penyebaran, seluruh puskesmas diminta memperkuat edukasi kepada masyarakat.
Fokus utama adalah penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Masyarakat diimbau rutin mencuci tangan, menjaga etika batuk, serta menggunakan masker saat berada di tempat umum.
Selain itu, menjaga pola makan bergizi dan istirahat cukup juga dinilai penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Penanganan khusus juga disiapkan bagi pasien dengan gejala berat.
Mereka diarahkan untuk segera mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Bahkan, dalam kondisi tertentu, pasien dapat dirawat di ruang isolasi guna mencegah penularan lebih luas di lingkungan keluarga.
Upaya medis lainnya dilakukan melalui pemberian vitamin A dosis tinggi, terutama bagi anak usia 0 hingga 12 bulan yang terkonfirmasi campak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Kesehatan-Bulukumba-dr-Amrullah-saat-ditemui.jpg)