Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Warga Bulukumba Diminta Tak Timbun BBM di Tengah Antrean Panjang

Polisi menegaskan jika ada oknum warga yang ditemukan melakukan penimbunan BBM maka sanksi terdapat sanksi hukum

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Samsul Bahri
Personil polisi menjaga SPBU di Kecamatan Ujung Bulu. Penjagaan ini agar penjualan BBM berjalan lancar di tengah antrean panjang 
Ringkasan Berita:

 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Pihak Kepolisian Resort Bulukumba turun mengamankan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) di 16 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Selasa (31/3/2026).

Polisi menegaskan agar masyarakat tidak melakukan kegiatan penimbunan BBM.

Hal itu ditegaskan di tengah sulitnya mendapatakan BBM di daerah tersebut.

"Kami ingatkan masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan penimbunan BBM," kata Humas Polres Bulukumba, AKP Marala.

Ia juga menegaskan jika ada oknum warga yang ditemukan melakukan penimbunan BBM maka sanksi terdapat sanksi hukum.

Untuk menghindari aksi penimbunan BBM, Polres Bulukumba hingga Polsek di kecamatan menempatkan personil di 16 SPBU.

Polisi hadir di tempat itu mulai pagi hari hingga selesai aktifitas penjualan BBM.

Saat ini warga pengguna BBM jenis partalite harus berjuang mendapatkan minyak.

Antrean panjang di seluruh SPBU di daerah ini terjadi sejak menjelang lebaran Idulfitri hingga hari ini.

Pihak SPBU mengungkap jika kebutuhan masyarakat meningkat saat lebaran.

Mobilitas tinggi karena masyarakat melakukan perjalanan mobile yang membutuhkan kendaraan

Selain itu ada sebagian masyarakat sedang panik dengan isu stabilitas gelobal dunia

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Minta Masyarakat Tidak Panik

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menanggapi antrean panjang di sejumlah SPBU kabupaten/kota Sulawesi Selatan (Sulsel).

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto menjelaskan, peningkatan kebutuhan BBM dalam beberapa hari terakhir tercatat sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat seusai idulfitri.

Kondisi ini menyebabkan penyaluran di sejumlah SPBU berlangsung lebih cepat dari biasanya.

“Adanya peningkatan demand dalam beberapa hari terakhir seiring momentum Idulfitri,” kata Lilik Hardiyanto kepada Tribun Timur Selasa (31/3/2025).

Saat ini, kata Lilik, Pertamina terus melakukan upaya percepatan recovery stok di seluruh lembaga penyalur di 24 kabupaten/kota agar kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi.

Pertamina pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian sesuai kebutuhan. 

“Distribusi BBM terus berjalan dan akan kami jaga agar kembali stabil,” katanya.

Terkait harga yang beredar di masyarakat, Pertamina menegaskan bahwa harga resmi BBM berlaku di lembaga penyalur resmi seperti SPBU. 

Sementara harga di luar jalur tersebut berada di luar pengawasan distribusi Pertamina.

Lilik menambahkan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengajak masyarakat untuk tidak melakukan panic buying.

Juga untuk tetap membeli BBM di lembaga penyalur resmi guna menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi di 24 kabupaten/kota Sulsel.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved