Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sarung Bira Siap Bersaing di Pasar Nasional, Penenun Dilatih Motif Modern

Belasan pengrajin tenun Bira di Bulukumba,Sulsel mendapat pelatihan pengembangan desain agar produk sarung Bira mampu bersaing di pasar nasional.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/Dekranasda Bulukumba)
PELATIHAN TENUN BIRA - Pengusaha kriya nasional Bustan Effendi (Mas Vinto) melatih pengrajin sarung Bira di Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Bira, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Senin (9/3/2026). Pelatihan ini bertujuan mengembangkan motif tenun agar lebih modern dan mampu bersaing di pasar nasional. 

Ringkasan Berita:
  • Dekranasda Bulukumba melatih belasan penenun sarung Bira di Sentra IKM Bira, Sulsel  untuk mengembangkan desain motif yang lebih modern. 
  • Pelatihan menghadirkan pengusaha kriya nasional Bustan Effendi. 
  • Motif tradisional tetap dipertahankan, namun penenun didorong menghadirkan variasi baru agar tenun Bira dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
 
 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, BULUKUMBA – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bulukumba, Sulawesi Selatan, melatih warga membuat dan mengembangkan desain sarung Bira.

Pelatihan tersebut digelar di Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Bira, Senin (9/3/2026).

Belasan pengrajin tenun Bira mengikuti pelatihan pengembangan desain tenun.

Mereka dilatih oleh pengusaha kriya nasional, Bustan Effendi atau yang akrab disapa Mas Vinto.

Kegiatan disponsori Bank Sulselbar ini berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 9-13 Maret 2026.

Materi pelatihan mencakup teknik dasar desain, konsep pola, hingga praktik langsung pembuatan produk tenun lain seperti selendang atau syal.

Dalam pengantarnya, Vinto memuji tenun Bira sebagai produk lokal yang masih terjaga orisinalitasnya.

Namun menurutnya, salah satu kendala dari produk tersebut adalah desain motif yang masih tergolong monoton.

Vinto mengatakan dirinya diundang sebagai pemateri untuk membantu mengembangkan desain motif baru pada tenun Bira.

Ia berharap pelatihan ini dapat melahirkan motif yang lebih modern tanpa meninggalkan corak tradisional.

“Corak tradisional tetap dipertahankan, tetapi kita juga mencoba mengembangkan corak yang lebih modern agar pasar tenun Bira bisa lebih luas,” ujarnya.

Menurut Vinto, dengan pengembangan motif baru dan modern, tenun Bira dapat dinikmati dan digunakan oleh berbagai kalangan.

Dalam pelatihan tersebut, ia juga mengajarkan pembuatan corak gradasi warna untuk selendang.

Motif baru itu diharapkan bisa menarik minat generasi muda.

“Anak-anak muda bisa menggunakan corak ini untuk baju, syal, atau sekadar outfit,” katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved