Pojok UMKM Claro Makassar Buka Jalan Produk Lokal Tembus Hotel Mewah
Kehadiran Pojok UMKM membawa dampak nyata bagi para pelaku usaha yang selama ini mengandalkan pemasaran secara terbatas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Di bawah gemerlap lampu kristal yang menghiasi lobi Hotel Claro Makassar, tersimpan kisah perjuangan puluhan pelaku usaha mikro yang kini mendapat ruang untuk memperkenalkan karya mereka kepada tamu-tamu dari berbagai daerah bahkan mancanegara.
Di sudut lobi hotel bintang lima tersebut berdiri Pojok UMKM, sebuah etalase permanen yang menampilkan sekitar 50 produk unggulan Sulawesi Selatan mulai dari kriya, fesyen, camilan tradisional, aromaterapi hingga minyak gosok hasil karya pelaku usaha lokal.
Bagi banyak pelaku UMKM, kesempatan menampilkan produk di hotel berbintang selama ini hanya menjadi angan-angan yang sulit diwujudkan.
Founder dan Mentor komunitas pemberdayaan RIDOH CHALLENGE RC, Ridwan Mochsen atau yang akrab disapa Ridoh, mengaku antusiasme pelaku UMKM begitu besar ketika mengetahui produk mereka akan dipajang di area lobi Hotel Claro Makassar.
“Mimpi para pelaku UMKM waktu mengetahui akan diberikan ruang khusus untuk memajang dan menitipkan produk mereka di area lobi sangatlah besar. Mereka sangat senang dan gembira. Akhirnya, produk mereka bisa masuk juga di hotel bintang lima untuk pertama kalinya,” ujar Ridoh, Kamis (11/6).
Beragam produk hasil kurasi ketat kemudian mengisi etalase tersebut, mulai dari kerajinan tangan, produk fesyen, makanan ringan hingga Minyak Gosok dan Aromatherapy Singa Laut.
Salah satu produk yang mencuri perhatian adalah gelang tangan etnik buatan Grace Craft yang justru menjadi salah satu produk paling diminati tamu hotel.
Kehadiran Pojok UMKM membawa dampak nyata bagi para pelaku usaha yang selama ini mengandalkan pemasaran secara terbatas dari rumah produksi masing-masing.
Peningkatan penjualan mulai dirasakan sejak produk mereka tampil di area strategis yang setiap hari dikunjungi tamu hotel, peserta kegiatan, hingga wisatawan.
Menariknya, para pelaku UMKM tidak diwajibkan menjaga stan mereka secara langsung.
Sistem penjualan diintegrasikan melalui resepsionis Hotel Claro Makassar yang membantu melayani transaksi selama 24 jam.
“Sistemnya tidak dijaga langsung oleh para pelaku UMKM, tetapi melalui resepsionis. Karyawan hotel sangat membantu. Namun jika ada waktu luang, saya selaku founder Ridoh Challenge sering menyempatkan diri ikut berjaga di sana untuk memantau produk yang terjual dan stok yang perlu ditambah,” kata Ridoh.
Kemudahan transaksi juga didukung oleh penerapan pembayaran digital menggunakan QRIS BRI yang tersedia di area display produk.
Menurut Ridoh, kehadiran QRIS BRI memberikan kenyamanan baik bagi tamu hotel maupun pihak pengelola.
“Dengan adanya QRIS BRI, proses pembayaran menjadi sangat mudah bagi tamu dan pengunjung. Biasanya ada tamu yang malas mencari uang pecahan kecil agar nominal pembayarannya pas. Begitu pula dari pihak resepsionis, mereka tidak perlu lagi kesulitan mencari uang kembalian pecahan kecil di tengah kesibukan melayani tamu,” jelasnya.
| KPMI Sulsel Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Workshop AI for Business |
|
|---|
| RIDOH Challenge RC Dampingi UMKM Singa Laut Naik Kelas Menuju Pasar Modern |
|
|---|
| Daftar Paket Nobar Piala Dunia 2026 di Hotel Claro Makassar dan The Rinra |
|
|---|
| Menjaga Tradisi Makassar: Tape Ketan Mom Ashka Kian Praktis Lewat QRIS BRI |
|
|---|
| Claro Makassar Siapkan Nonton Bareng Piala Dunia 2026 di Carita Lounge |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/POJOK-UMKM-Claro-1.jpg)