Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Try Sutrisno Wafat

Kisah Gurutta Ambo Dalle Angkat Wapres Try Sutrisno Jadi Anak Angkat

KH Abdul Rahman Ambo Dalle merupakan pendiri Pondok Pesantren Darud Da'wah wal Irsyad (DDI) Mangkoso.

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
TRY SUTRISNO WAFAT - KH Abdul Rahman Ambo Dalle dan Try Sutrisno. Ambo Dalle punya kedekatan khusus dengan Try Sutrisno. 

Ia mengikuti perjalanan karier almarhum mulai dari perwira, Pangdam, Panglima ABRI, hingga menjadi Wakil Presiden RI mendampingi Presiden Soeharto.

“Menurut saya, Pak Try Sutrisno adalah salah satu jenderal yang benar-benar intelektual,” ujarnya.

Dalam pandangan Wahyuddin, ketegasan Try Sutrisno tidak pernah ditunjukkan dengan sikap represif. 

Pada era 1990-an, ketika gelombang gerakan mahasiswa dan NGO prodemokrasi menguat, pendekatan yang ditempuh Try Sutrisno dinilai lebih humanis.

“Cara beliau mengatasi gerakan mahasiswa dan NGO waktu itu tidak terlalu represif. Bahkan cenderung dekat dengan para aktivis,” jelasnya.

Kisah yang paling membekas bagi Wahyuddin adalah ketika Try Sutrisno secara tulus mengangkat dirinya sebagai anak Gurutta Ambo Dalle

Bukan dalam pengertian formal anak angkat, melainkan pengakuan batin seorang murid kepada guru spiritualnya.

“Saya tahu beliau jadi anak Gurutta Ambo Dalle saat Gurutta sedang sakit. Pak Try sendiri yang menyatakan dirinya sebagai anak, dan Gurutta pun mengakui, ‘iya, kamu memang anak saya’,” tutur Wahyuddin.

Ia juga mengenang momen saat mengunjungi Gurutta Ambo Dalle di masa sakitnya. 

Saat itu, sang ulama menunjukkan sebuah selimut yang digunakan terakhir kali, yang disebut sebagai pemberian dari Try Sutrisno.

“Gurutta tidak banyak bercerita, tapi beliau bilang, ‘itu anak saya’. Bagi kami, itu menunjukkan betapa dalam hubungan keduanya,” kenangnya.

Kisah tersebut mencerminkan ketawadhuan Try Sutrisno sebagai seorang pemimpin negara yang menempatkan dirinya rendah di hadapan ulama.

“Itulah Pak Try Sutrisno. Seorang jenderal besar, tapi memilih merendah dan belajar pada ulama,” ujarnya.

 

 

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved