Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pesawat ATR Jatuh di Pangkep Maros

Black Box Pesawat ATR 42-500 Belum Ditemukan, Tim Khusus Diterjunkan 

Tim SAR gabungan terus berupaya maksimal untuk menemukan black box yang menjadi kunci penting dalam mengungkap penyebab kecelakaan pesawat ATR 42-500.

Tayang:
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Renaldi Cahyadi
PESAWAT JATUH - Danrem 141/Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, saat ditemui di Posko Utama SAR Gabungan pencarian Pesawat ATR 42-500 di Desa Tompobulu, Pangkep, Selasa (20/1/2026). Tim khusus diterjunkan cari Black Box pesawat ATR 42-500. 

 

TRIBUN-TIMUR.COM, PANGKEP – Hingga hari keempat pencarian, black box pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan pegunungan Bulusaraung belum berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan. 

Proses pencarian masih terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan dan cuaca ekstrem.

Diketahui, Pesawat ATR 42-500 jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung.

Pesawat itu ditumpangi oleh 10 orang, tujuh adalah kru dan tiga diantaranya penumpang.

Hingga hari ke empat pencarian, baru dua korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kedua korban tersebut berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

Meski begitu, kedua korban belum di identifikasi identitasnya oleh pihak Tim SAR Gabungan.

Danrem 141/Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, mengatakan black box belum ditemukan hingga saat ini.

“Kalau untuk Black box juga belum kita temukan,” katanya saat ditemui Posko utama SAR Gabungan Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Selasa (20/1/2026).

Baca juga: Jenazah Pramugari Pesawat ATR Telah Dievakuasi ke Ketinggian 100 Meter dari Puncak Bulusaraung 

Meski begitu, tim khusus telah disiapkan untuk melakukan pencarian di bagian ekor pesawat.

“Ada tim yang khusus untuk ke ekor,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, lokasi bagian ekor pesawat berada di area lereng yang curam sehingga membutuhkan teknik khusus dalam proses pencarian.

“Dan itu posisinya juga harus menggunakan teknik repling. Ini di lereng juga,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pencarian akan tetap dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan personel mengingat medan terjal dan cuaca yang masih berpotensi menjadi kendala di lapangan. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved