Pesawat ATR Jatuh di Pangkep Maros
Tim SAR Jelaskan Alasan Korban ATR 42-500 Dipacking dan Dinaikkan di Pohon
Tim SAR gabungan terpaksa mempacking dan menggantung korban ATR 42-500 di pohon Gunung Bulusaraung.
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- Tim SAR gabungan menjelaskan alasan korban kedua kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulsel harus dipacking dan digantung di pohon sebelum evakuasi.
- Medan ekstrem dan ancaman hewan liar membuat tim mengambil langkah khusus untuk menjaga jasad tetap aman.
- Kondisi korban masih 70 persen utuh meski mengalami luka serius.
TRIBUN-TIMUR.COM, PANGKEP - Tim SAR Gabungan mengungkap alasan mengapa korban kedua kecelakaan pesawat ATR 42-500 harus dipacking dan digantung di pohon sebelum proses evakuasi dilakukan.
Saat ini, sudah dua korban dari jatuhnya pesawat ATR 42-500 di wilayah Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Korban kedua ditemukan, Senin (19/1/2026) kemarin dalam kondisi meninggal dunia.
Saat penemuan tersebut, tim SAR langsung membungkus korban kecelakaan itu menggunakan kantong mayat.
Tak hanya itu, mereka juga menyimpannya di pohon jalur pendakian.
Baca juga: Hari Keempat Pencarian Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung, 7 Tim SAR Diterjunkan Meski Hujan Badai
Langkah tersebut diambil untuk menghindari gangguan hewan liar yang banyak ditemukan di sekitar lokasi.
Anggota BPBD Makassar, Ade Irfan (37), mengatakan korban kedua ditemukan pada hari sebelumnya di jalur lintasan evakuasi.
Kondisi medan ekstrem serta keberadaan hewan liar membuat tim harus mengambil tindakan khusus guna mengamankan jasad korban.
“Kita kemarin temukan korban kedua,” katanya saat ditemui di Posko AJU, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, proses packing dilakukan terlebih dahulu agar tubuh korban tidak diganggu oleh hewan liar yang berada di kawasan tersebut.
“Sengaja kita packing duluan itu untuk menghindari agar tidak diganggu sama hewan liar di sana, karena banyak hewan liar,” ungkapnya.
Setelah dipacking, korban kemudian ditempatkan di area lintasan evakuasi dan digantung di pohon agar mudah dijangkau oleh tim lanjutan.
“Korban kedua kita taruh di area lintasan untuk evakuasi dan digantung di pohon, jadi di jalur lintasan,” ujarnya.
Selain faktor keamanan dari hewan liar, packing juga bertujuan menjaga kondisi jasad korban agar tidak semakin rusak.
“Kedua, kita packing duluan agar tidak terurai tubuhnya,” ungkapnya.
| Investigasi Kecelakaan ATR 42-500 PK-THT, Masalah Akurasi GPS dan Alarm ATC tak Bunyi |
|
|---|
| Hasil Investigasi KNKT Pesawat ATR Jatuh: Peringatan 'Terrain Terrain Pull Up' Sebelum Tabrak Gunung |
|
|---|
| Kesaksian Anggota Mapala 45 Pakai Parang Nanjak 5 Meter Lepaskan Black Box ATR 42-500 |
|
|---|
| Kopilot ATR 42-500 Dimakamkan di Gowa |
|
|---|
| Sosok Farhan Gunawan di Mata Keluarga: Ceria, Penyayang, dan Gigih Mengejar Mimpi Jadi Pilot |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-20-januari-tim-sar-13.jpg)