Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bulog Bone Salurkan Bantuan Pangan ke 66.573 KPM, Stok Beras Tersedia 81 Ribu Ton

Menurutnya, hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola Bulog Bone mencapai sekitar 81.000 ton.

Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Wahdaniar
BULOG- Potret penyaluran bantuan pangan beras kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Kabupaten Bone, Minggu (7/6/2026). Bulog Bone salurkan bantuan pangan ke 66.573 KPM, stok beras tersedia 81 ribu ton.  

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Perum Bulog Kantor Cabang Bone terus mempercepat penyaluran bantuan pangan beras kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Selain menyalurkan bantuan pangan, Bulog juga mengoptimalkan distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai wilayah di Kabupaten Bone.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Bone, Andi Iskandar Zulkarnaeng, mengatakan ketersediaan stok beras di gudang Bulog saat ini dalam kondisi sangat aman.

Menurutnya, hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola Bulog Bone mencapai sekitar 81.000 ton.

Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, penyaluran beras SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah lainnya.

"Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola Bulog Bone mencapai sekitar 81.000 ton. Jumlah ini sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di Kabupaten Bone," ujar Iskandar saat dikonfirmasi, Minggu (7/6/2026).

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan pangan beras di Kabupaten Bone hingga 7 Juni 2026 telah mencapai hampir 95 persen.

Dari total target sebanyak 70.445 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sebanyak 66.573 KPM telah menerima bantuan beras dari pemerintah.

Pemerintah menargetkan seluruh bantuan pangan tersebut dapat tersalurkan secara tuntas hingga akhir Juni 2026.

Menurut Iskandar, percepatan penyaluran bantuan pangan diharapkan dapat membantu memperkuat daya beli masyarakat.

Selain itu, bantuan tersebut juga menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk meredam tekanan harga beras di tingkat konsumen.

Di samping program bantuan pangan, Bulog Bone terus menggencarkan distribusi beras SPHP melalui berbagai saluran resmi.

Penyaluran dilakukan melalui pasar tradisional, kios pangan, kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

"Beras SPHP merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu, penyalurannya terus kami percepat dan perluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata," katanya.

Selain itu, Bulog juga memastikan seluruh Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola saat ini berada dalam kondisi aman dan siap digunakan sewaktu-waktu untuk mendukung kebijakan stabilisasi pangan nasional.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved