Pildun 2026
Bendera Portugal, Belgia, Spanyol Berkibar di Bone Sambut Piala Dunia 2026
Setiap empat tahun sekali, warga menyambut turnamen sepak bola terbesar penuh antusias
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
- Bendera Argentina, Portugal, Jerman, Spanyol, hingga Prancis menghiasi halaman rumah, pinggir jalan, dan sejumlah titik strategis desa
- Pemandangan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengguna jalan yang melintas
- Deretan bendera yang berkibar di bawah langit cerah menciptakan suasana layaknya perayaan sepak bola internasional di tengah perkampungan
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE — Suasana berbeda langsung terasa saat melintasi perbatasan Kabupaten Wajo dan Bone, Sulawesi Selatan.
Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, sejumlah sudut Desa Welado, Kecamatan Ajangale, tampil semarak dengan warna-warni bendera negara peserta yang berkibar di depan rumah warga.
Desa yang berjarak sekitar 41,2 kilometer dari pusat Kota Watampone itu seolah berubah menjadi kampung pecinta sepak bola dunia.
Bendera Argentina, Portugal, Jerman, Spanyol, hingga Prancis menghiasi halaman rumah, pinggir jalan, dan sejumlah titik strategis desa.
Pemandangan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengguna jalan yang melintas.
Deretan bendera yang berkibar di bawah langit cerah menciptakan suasana layaknya perayaan sepak bola internasional di tengah perkampungan.
Bagi masyarakat Desa Welado, euforia Piala Dunia bukanlah hal baru.
Setiap empat tahun sekali, warga selalu menyambut turnamen sepak bola terbesar di dunia itu dengan penuh antusias.
Dukungan terhadap negara favorit mereka bahkan telah menjadi tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Salah seorang warga Desa Welado, Ahmad Anwar, mengatakan masyarakat di daerahnya memiliki pilihan tim nasional yang beragam.
“Kalau warga di sini punya negara pilihan masing-masing, ada yang mendukung Argentina, Portugal, Spanyol, dan Jerman. Setiap Piala Dunia suasananya memang selalu ramai,” ujar Ahmad Anwar saat ditemui Tribun-Timur.com, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, kecintaan masyarakat terhadap sepak bola membuat ajang Piala Dunia selalu dinantikan.
Tidak hanya sekadar memasang bendera, warga juga berencana menggelar berbagai kegiatan untuk memeriahkan turnamen tersebut.
“Insya Allah nanti kami juga akan mengadakan nonton bareng menggunakan layar lebar. Tahun ini pasti lebih meriah karena banyak pemain bintang yang akan tampil di ajang sepak bola tertinggi dunia,” katanya.
Antusiasme masyarakat Bone terhadap sepak bola memang bukan tanpa alasan.
Daerah yang dikenal sebagai tanah para perantau dan pelaut ulung ini memiliki karakter masyarakat yang kuat dalam menjunjung kebersamaan dan solidaritas sosial.
Tradisi berkumpul untuk menyaksikan pertandingan sepak bola telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, baik di warung kopi, pos ronda, maupun halaman rumah warga.
Dalam budaya Bugis Bone, nilai sipakatau (saling menghargai) dan asseddingeng (kebersamaan) masih sangat kental.
Karena itu, perbedaan dukungan terhadap tim nasional tertentu justru menjadi warna tersendiri yang mempererat hubungan antarwarga.
Mereka dapat duduk bersama menikmati pertandingan meski mendukung negara yang berbeda.
Piala Dunia pun bukan sekadar tontonan bagi warga Desa Welado.
Lebih dari itu, ajang empat tahunan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi, menghadirkan hiburan bersama, dan menciptakan suasana meriah yang dinanti oleh masyarakat dari berbagai kalangan.
Menjelang kick-off Piala Dunia 2026, Desa Welado kembali menunjukkan bahwa kecintaan masyarakat Bone terhadap sepak bola tak pernah pudar.
Dari kibaran bendera di depan rumah hingga rencana nonton bareng warga, semangat menyambut pesta sepak bola dunia itu telah lebih dulu hidup di tengah-tengah masyarakat (*)
Laporan ReporterSidrap: Hardiyanti Kamaluddin
| Masuk Wilayah Blankspot, Begini Cara Warga Soppeng, Toraja Utara, dan Wajo Bisa Nonton Piala Dunia |
|
|---|
| Kadishub Bulukumba Tidak Mau Pindah Hati, Tetap Dukung Argentina di Piala Dunia 2026 |
|
|---|
| Pemain Pernah 'Dikantongi' Asnawi Mangkualam Tak Dipanggil Bela Argentina di Piala Dunia 2026 |
|
|---|
| Warga Wajo Kecewa Tak Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Gratis Pakai STB |
|
|---|
| Bukan Fanatisme, Wakil Ketua DPRD Gowa Dukung Spanyol Berdasarkan Kualitas Skuad |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260606-bendara-piala-dunia-di-bone.jpg)