Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Langaji Tenggelam di Wajo, Ditemukan Tewas di Bone

Kalaksa BPBD Wajo, Andi Hasanuddin, mengatakan korban pertama kali ditemukan warga setempat sebelum dievakuasi tim SAR gabungan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Imam Wahyudi
Tribun-timur.com/M. Jabal Qubais
PROSES EVAKUASI - Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban tenggelam, Langaji (65), warga Sabbangparu Kabuapten Wajo setelah ditemukan di Muara Sungai Latonro, Desa Latonro, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, Selasa (26/5/2026). Langaji ditemukan meninggal dunia setelah tiga hari dilaporkan terseret arus sungai. 

TRIBUNTIMUR.COM, WAJO - Operasi pencarian terhadap Langaji (65), warga Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, Sulsel, berakhir duka. 

Korban yang dilaporkan terseret arus Sungai Walanae, Wajo, sejak Minggu (24/5/2026), ditemukan meninggal dunia di wilayah Kabupaten Bone, Sulsel, Selasa (26/5/2026).

Jasad korban ditemukan mengapung di Muara Sungai Latonro, Desa Latonro, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, sekitar pukul 07.00 Wita.

Kalaksa BPBD Wajo, Andi Hasanuddin, mengatakan korban pertama kali ditemukan warga setempat sebelum dievakuasi tim SAR gabungan.

“Warga melihat jasad korban mengapung di Muara Sungai Latonro sekitar pukul tujuh pagi. Setelah itu dilakukan evakuasi awal dan dilaporkan ke petugas,” ujarnya kepada Tribun Timur, Selasa (26/5/2026).

Usai menerima laporan, tim SAR gabungan bersama warga langsung menuju lokasi penemuan untuk mengevakuasi korban menggunakan perahu karet.

Jenazah kemudian dievakuasi ke darat untuk proses identifikasi sebelum dibawa ke rumah duka di Kecamatan Sabbangparu menggunakan ambulans.

Andi menjelaskan proses penanganan korban melibatkan koordinasi lintas wilayah lantaran lokasi penemuan berada di Kabupaten Bone.

“BPBD Wajo berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Latonro, aparat setempat, serta unsur TNI-Polri agar proses evakuasi dan administrasi berjalan cepat,” katanya.

Sebelumnya, Langaji dilaporkan hilang setelah terseret arus saluran irigasi yang terhubung ke Sungai Walanae, sekitar 600 meter dari rumahnya di Desa Wage, Kecamatan Sabbangparu.

Operasi pencarian berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan Basarnas Bone, BPBD Wajo, Brimob Bone, Damkar Wajo, Tagana, PMI, SAR Prima Wajo, aparat desa, hingga masyarakat setempat.

Dalam pencarian hari kedua, tim SAR gabungan membagi operasi ke tiga sektor pencarian atau Search and Rescue Unit (SRU).

Tim menyisir saluran irigasi hingga aliran Sungai Walanae menggunakan metode body rafting dan perahu karet.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, sebelumnya mengatakan area pencarian diperluas karena arus sungai cukup deras dan berpotensi membawa korban hingga jauh dari titik awal kejadian.

“Pencarian diperluas mulai dari saluran irigasi hingga Sungai Walanae yang menjadi jalur potensial terbawanya korban,” ujar Arif.

Setelah ditemukan, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved