Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Empat Tim Diturunkan, PDAM Bone Temukan Biang Kerok Krisis Air Bersih

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bone menerjunkan empat tim khusus menelusuri jaringan pipa yang diduga mengalami kebocoran.

Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/WAHDA
PDAM - Direktur Utama PDAM Bone, Bachtiar Sairing, Senin (4/5/2026). PDAM Bone intensifkan pengecekan mengatasi pipa bocor. 

Ringkasan Berita:
  • PDAM Bone mengerahkan empat tim untuk menelusuri gangguan distribusi air dan menemukan dua titik kebocoran besar pada pipa induk yang menjadi penyebab utama pasokan air terganggu, terutama ke wilayah hilir.
  • Setelah dilakukan perbaikan dan pengecekan menyeluruh, distribusi air di sejumlah wilayah seperti Cinnong, Barobo, dan Panyili mulai berangsur normal dalam sepekan terakhir.
  • Warga mulai merasakan perbaikan meski aliran air belum sepenuhnya stabil.

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE — Krisis air bersih yang dikeluhkan warga di Bone mulai menemukan titik terang.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bone menerjunkan empat tim khusus menelusuri jaringan pipa yang diduga mengalami kebocoran.

Langkah sigap ini dilakukan setelah adanya laporan warga menemukan adanya suara gemuruh air di dalam tanah, indikasi kebocoran pipa PDAM.

Direktur Utama PDAM Bone, Bachtiar Sairing, mengungkapkan bahwa temuan di lapangan cukup mengejutkan.

“Secara kasat mata memang tidak terlihat ada kebocoran. Tapi berkat laporan warga, kami langsung bergerak melakukan penelusuran,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Hasilnya, dua titik kebocoran besar berhasil ditemukan di jalur pipa induk yang jadi biang kerok terganggunya distribusi air, khususnya ke wilayah hilir seperti jalur Boe.

Baca juga: PDAM Makassar Siagakan 80 Mobil Tangki Air

“Kebocoran ini cukup signifikan. Inilah yang menyebabkan air sebelumnya tidak sampai ke wilayah hilir,” jelas Bachtiar.

Empat tim yang diterjunkan tidak hanya fokus pada titik kebocoran, tetapi juga melakukan pemeriksaan menyeluruh dari pipa induk hingga jaringan distribusi.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi kebocoran tersembunyi yang berpotensi mengganggu pasokan air.

Perbaikan yang dilakukan mulai menunjukkan hasil.

Dalam sepekan terakhir, distribusi air di sejumlah wilayah dilaporkan berangsur normal.

“Indikatornya terlihat dari pipa kontrol di kantor yang sudah kembali mengalirkan air secara normal. Ini menandakan debit air mulai pulih,” katanya.

Sebelumnya, warga di Cinnong, Barobo, hingga Panyili sempat mengalami penurunan debit air secara drastis.

Kombinasi perbaikan jaringan dan meningkatnya curah hujan mulai mengembalikan pasokan air ke kondisi semula.

Di sisi lain, warga mulai merasakan dampak positif dari langkah cepat PDAM.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved