ASDP Bone Benahi Pelabuhan Bajoe, Kapasitas Naik dari 30 Ton ke 50 Ton
General Manager ASDP Bajoe, Anom Sedayu, mengatakan pembenahan tersebut dilakukan karena kondisi pelabuhan yang telah berusia 23 tahun.
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bajoe mulai melakukan pembenahan Pelabuhan Penyeberangan Bajoe guna meningkatkan kapasitas dan kenyamanan layanan bagi pengguna jasa.
General Manager ASDP Bajoe, Anom Sedayu, mengatakan pembenahan tersebut dilakukan karena kondisi pelabuhan yang telah berusia cukup lama, yakni sekitar 23 tahun.
“Kalau dilihat dari sisi usia, memang sudah cukup berumur. Jadi ini bukan sekadar perbaikan biasa, tetapi juga peningkatan kapasitas dermaga,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (28/4/2026).
Ia menjelaskan, pekerjaan yang dilakukan meliputi pembongkaran bagian konstruksi lama.
Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan struktur baru hingga tahap akhir pengembalian operasional kapal ke lintasan semula.
Baca juga: 300 KK Diklaim Terdampak Ekonomi Imbas Penutupan Sementara Pelabuhan Bajoe Bone
Selama proses pembenahan, aktivitas penyeberangan tetap berjalan dengan skema pengalihan sementara ke Pelabuhan Siwa, Kabupaten Wajo.
Meski demikian, pihak ASDP memastikan tidak ada perubahan tarif bagi penumpang maupun kendaraan.
“Tarif tetap sama walaupun ada perpindahan lintasan sementara ke Pelabuhan Siwa. Tidak ada kenaikan,” tegasnya.
Anom menyebutkan, saat ini kapasitas dermaga berada di angka 30 ton.
Setelah pembenahan rampung, kapasitas tersebut ditargetkan meningkat menjadi 50 ton.
“Dengan peningkatan ini, ke depan pelayanan akan lebih optimal dan mampu menampung beban yang lebih besar,” jelasnya.
Proses pekerjaan sendiri dijadwalkan berlangsung selama 21 hari kalender.
Pihak ASDP pun berkomitmen menyelesaikan proyek tersebut tepat waktu agar operasional penyeberangan segera kembali normal.
Di sisi lain, salah satu penumpang kapal, Sitti, mengaku mendukung langkah pembenahan pelabuhan tersebut.
“Tidak apa-apa memang dilakukan penutupan sementara, demi kenyamanan pengguna pelabuhan. Kalau pelabuhan nyaman, kita juga enak,” ujarnya.
Meski begitu, ia berharap proses pengerjaan tidak berlangsung terlalu lama sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
“Tapi begitu, waktu pengerjaannya jangan terlalu lama,” tandasnya.(*)
| 300 KK Diklaim Terdampak Ekonomi Imbas Penutupan Sementara Pelabuhan Bajoe Bone |
|
|---|
| Jelang Iduladha, Polisi Imbau Peternak di Bone Waspada Curnak |
|
|---|
| Masih Berkerabat, Korban Penikaman Guru Pesantren di Bone Enggan Buat Laporan Polisi |
|
|---|
| Harga Sembako di Bone Melonjak, Cabai dan Bawang Tembus Rp50 Ribu per Kilo |
|
|---|
| Pencuri Ternak di Bone Terungkap, Pelaku Utama Beraksi Sejak 2024 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260428-ASDP-Bajoe-Bone.jpg)