Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Bone

Harga Cabai, Bawang, Kacang Naik di Bone, Pedagang dan Pembeli Mengeluh

Sejumlah komoditas dapur di Kabupaten Bone mengalami kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir.

Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/Wahdaniar
BAHAN POKOK- Potret salah satu pedagang di Pasar Sentral Palakka (25/3/2026). Sejumlah komoditas dapur alami kenaikan di Kabupaten Bone, pedagang dan pembeli mengeluh. 

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE- Sejumlah harga komoditas dapur di Kabupaten Bone naik beberapa hari terakhir.

Dari pantauan Tribun-Timur.com di Pasar Sentral Palakka, Jalan Poros Bone–Makassar, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kamis (26/3/2026).

Sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan di antaranya cabai, bawang, hingga kacang-kacangan.

Untuk cabai rawit, harga masih bertahan di angka Rp80 ribu per kilogram.

Sementara cabai merah besar mengalami kenaikan dari Rp25 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram.

Cabai merah keriting bahkan melonjak dua kali lipat dari Rp20 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.

Baca juga: Harga Bahan Pokok di Bulukumba Naik, Satgas Akan Telusuri Distribusi

Selain cabai, harga bawang merah juga naik dari Rp40 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram.

Sedangkan bawang putih dan bawang bombai masih terpantau stabil di harga Rp40 ribu per kilogram.

Komoditas lainnya seperti tomat juga masih stabil di angka Rp10 ribu per kilogram.

Namun, kentang mengalami kenaikan dari Rp10 ribu menjadi Rp20 ribu per kilogram.

Tak hanya itu, harga tempe juga melonjak drastis dari Rp5 ribu menjadi Rp18 ribu per bungkus.

Sementara kacang tanah dan kacang hijau kini dijual Rp50 ribu per liter, naik dari sebelumnya Rp30 ribu.

Salah seorang pedagang, Jumrah (43), mengatakan kenaikan harga tersebut sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir.

Ia menyebut, tren kenaikan ini bahkan sudah mulai terasa sejak sebelum Lebaran.

“Beberapa hari ini mulai naik, apalagi yang sering dicari seperti cabai dan kacang-kacangan. Memang sudah naik dari sebelum Lebaran,” ujar Jumrah saat ditemui di lokasi dagangannya sambil memperbaiki tatanan jualannya.

Saat ditemui, Jumrah juga tampak melayani pembeli yang datang silih berganti untuk menanyakan harga bahan pokok.

Selain itu, Jumrah juga mengeluhkan kondisi tersebut karena berdampak pada daya beli masyarakat yang mulai menurun.

Menurutnya, banyak pembeli yang kini mengurangi jumlah belanja akibat harga yang terus naik.

“Pembeli sekarang banyak yang mengurangi belanjaannya, kadang cuma beli sedikit-sedikit. Jadi kami juga penjual ikut terasa sepinya,” ujarnya.

Sementara pembeli, Nurlia (30), mengaku keberatan dengan kenaikan harga tersebut.

Ia mengatakan kondisi ini membuat pengeluaran rumah tangga semakin meningkat, terlebih karena kenaikan sudah terjadi sebelum Hari Raya Idul Fitri.

“Sekarang hampir semua naik, apalagi sudah terasa dari sebelum Lebaran, jadi harus lebih hemat belanja. Biasanya beli banyak, sekarang dikurangi,” kata Nurlia.

Ia juga berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk mengendalikan harga di pasaran, terutama setelah Lebaran.

“Semoga ke depan harga bisa turun lagi supaya kami sebagai pembeli tidak terlalu berat, apalagi kebutuhan rumah tangga banyak,” katanya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved