Kinerja Prabowo Gibran
Pemuda Bone Tak Puas Kinerja Prabowo-Gibran, Meski Survei Indikator di Sulawesi Capai 81 Persen
Adry pemuda asal Bone menyebut beberapa program Prabowo-Gibran yang dicanangkan dinilai kurang rasional dan terkesan terburu-buru.
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik di Sulawesi terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencapai 81,1 persen.
Sebanyak 17 persen menyatakan tidak puas, sementara 1,9 persen lainnya mengaku tidak tahu.
Tingginya tingkat kepuasan ini memperlihatkan dukungan besar masyarakat Sulawesi terhadap arah pemerintahan saat ini.
Namun demikian, suara berbeda tetap muncul dari sejumlah warga yang menilai masih ada program yang perlu dievaluasi.
Salah satunya datang dari seorang tokoh pemuda asal Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Adry (30).
Ia masuk dalam kelompok responden yang menyatakan tidak puas atas kinerja pemerintahan.
Baca juga: Prabowo: MUI tidak Pernah Absen Saat Negara Hadapi Kesulitan
Menurutnya, beberapa program yang dicanangkan pemerintah dinilai kurang rasional dan terkesan terburu-buru.
Ia mencontohkan program gentenisasi, yang menurutnya justru memunculkan banyak spekulasi di masyarakat.
“Program itu terkesan menyiapkan proyek besar untuk kelompok tertentu. Bukan fokus pada kebutuhan masyarakat secara langsung,” ujar Adry saat dikonfirmasi Tribun-Timur.com via telfon, Selasa (10/2/2026).
Ia juga mempertanyakan komitmen pemerintah terkait isu efisiensi anggaran. Menurutnya, konsep efisiensi yang digaungkan belum terlihat jelas dalam implementasi.
“Sampai sekarang belum ada penjelasan detail bagaimana anggaran akan ditekan tanpa mengorbankan program penting. Masyarakat butuh kejelasan,” lanjutnya.
Selain Adry, hal yang sama juga diungkapkan warga Kecamatan Dua Boccoe, Rahman (42), mengaku setuju bahwa beberapa program pemerintah harus dijelaskan lebih detail.
“Kalau memang ada program baru, jelaskan dulu manfaatnya. Jangan sampai masyarakat hanya dengar namanya tapi tidak tahu apa yang sebenarnya dikerjakan,” kata Rahman.
Ia mengaku cukup puas dengan kepemimpinan nasional, namun berharap pemerintah lebih fokus pada pemerataan pembangunan di daerah terpencil.
“Kepuasan itu ada, tapi tetap butuh perhatian khusus di daerah seperti Bone. Infrastruktur dan akses layanan masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Masyarakat berharap program-program pemerintah ke depan dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata khususnya bagi wilayah-wilayah yang masih membutuhkan perhatian lebih.(*)
| Usman Marham Ketemu Bahlil di Jakarta Sebelum Hadiri Konsolidasi 20 DPD II Golkar, Bahas Apa? |
|
|---|
| Fatmawati Rusdi Bawa Harapan Baru bagi Kepemimpinan Perempuan |
|
|---|
| Hari Ini Masuk Asrama Haji Sudiang, Jamaah Soppeng Berangkat ke Tanah Suci Besok |
|
|---|
| Warga Minang Makassar Bangun Masjid Rp9 M di Maros |
|
|---|
| Parepare Kloter Akhir, Pinrang Tiga Gelombang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Beredar-47-Nama-Disebut-Calon-Menteri-Jaksa-Agung-hingga-Kepala-Badan-dalam-Kabinet-Prabowo-Gibran.jpg)