Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Operasi Keselamatan Pallawa 2026

Operasi Keselamatan Pallawa 2026, Sopir Bus di Pelabuhan Bajoe Bone Tes Kesehatan

Pemeriksaan sebagai bagian dari Operasi Keselamatan Pallawa 2026 yang telah memasuki hari kelima.

Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Sakinah Sudin
Tribun Timur/ Wahdaniar
TES KESEHATAN - Potret personel Satlantas Polres Bone foto bersama sopir bus di Pelabuhan Penyeberangan Bajoe (6/2/2026). Sopir bus di Pelabuhan Bajoe jalani tes kesehatan pada hari kelima Operasi Keselamatan Pallawa 2026. 

Ringkasan Berita:

 

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Pelabuhan Penyeberangan Bajoe di Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) berubah layaknya ruang klinik dan bengkel mini, Jumat (6/2/2026) pagi.

Hal itu terlihat saat Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Bone Bone menggelar pemeriksaan kesehatan para sopir bus.

Pemeriksaan sebagai bagian dari Operasi Keselamatan Pallawa 2026 yang telah memasuki hari kelima.

Kegiatan ini melibatkan Jasa Raharja Perwakilan Watampone.

Operasi Keselamatan Pallawa adalah operasi kepolisian mandiri kewilayahan yang digelar oleh Polda Sulsel untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas, menekan angka kecelakaan, dan menurunkan fatalitas korban.

Operasi Keselamatan Pallawa berlangsung hingga 15 Februari 2026.

Hari ini, sejak pukul 09.00 Wita, para sopir yang hendak perjalanan antarpulau menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan dasar. 

Mulai pengecekan tekanan darah, detak jantung, hingga kondisi fisik umum.

Petugas terlebih dahulu mendata setiap pengemudi sebelum diarahkan ke meja pemeriksaan.

Di lokasi, sejumlah perawat dan tim kesehatan telah disiapkan untuk memastikan proses berjalan lancar.

Kepala Satuan Lantas (Kasatlantas) Polres Bone, AKP Musmulyadi, mengatakan pemeriksaan kesehatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Menurutnya, kondisi tubuh pengemudi sangat memengaruhi keselamatan berkendara, terutama untuk perjalanan jarak jauh yang melewati jalur laut dan darat.

“Kalau pengemudi tidak fit, risikonya sangat besar," kata AKP Musmulyadi.

"Karena itu kami memastikan sebelum mengemudikan kendaraan, fisik mereka harus benar-benar prima,” jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved