Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

KUR 2026

Bone Tertinggi Realisasi KUR di Sulsel, Pengguna Keluhkan Masih Diminta Agunan

Tingginya penyaluran KUR tersebut didorong kuat oleh sektor perikanan dan pertanian

Penulis: Wahdaniar | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/AI
KUR 2026 - Kabupaten Bone tercatat sebagai daerah dengan realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) tertinggi di Sulawesi Selatan. Tingginya penyaluran KUR tersebut didorong kuat oleh sektor perikanan dan pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat setempat. 

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Kabupaten Bone tercatat sebagai daerah dengan realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) tertinggi di Sulawesi Selatan.

Tingginya penyaluran KUR tersebut didorong kuat oleh sektor perikanan dan pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat setempat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bone, H Amirat Amir, menyebut capaian tersebut tidak lepas dari upaya pemerintah daerah dalam memfasilitasi nelayan agar lebih mudah mengakses pembiayaan usaha.

Menurut Amirat, Dinas Perikanan Bone rutin menggelar berbagai program yang melibatkan BPJS Ketenagakerjaan dan perbankan, salah satunya Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada nelayan terkait manfaat dan mekanisme Kredit Usaha Rakyat.

“Kami di Dinas Perikanan sering membuat program atau kegiatan yang menghadirkan BPJS Ketenagakerjaan dan bank seperti BRI. Di situ nelayan diberikan penjelasan tentang manfaat KUR,” ujar Amirat kepada Tribun-Timur.com melalui sambungan telepon, Jumat (9/1/2026).

Ia menegaskan, pihaknya tidak pernah memaksa nelayan untuk mengambil KUR.

Dinas Perikanan hanya berperan sebagai fasilitator bagi nelayan yang berminat memanfaatkan program pembiayaan tersebut.

“Kami tidak memaksa. Kami hanya memfasilitasi. Kalau nelayannya berminat, silakan dilanjutkan sendiri,” katanya.

Selain KUR, Amirat juga menyoroti pentingnya perlindungan sosial bagi nelayan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Menurutnya, program tersebut sangat bermanfaat bagi keluarga nelayan, terutama dalam hal jaminan pendidikan.

“Kalau orang tuanya meninggal saat melaut, anaknya bisa mendapatkan jaminan pendidikan hingga perguruan tinggi, asalkan terdaftar sebagai peserta,” jelasnya.

Meski demikian, Amirat kembali menekankan bahwa keputusan untuk mengikuti program KUR maupun BPJS Ketenagakerjaan sepenuhnya berada di tangan nelayan.

Pihaknya hanya sebatas memberikan fasilitasi dan pendampingan awal.

“Selebihnya, nelayan sendiri yang berhubungan langsung dengan pihak bank atau BPJS Ketenagakerjaan,” ucapnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved