Siswa Bone Tetap Belajar di Sekolah, Beda Maros
“Untuk Kabupaten Bone tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka seperti biasa. Karena ini sifatnya imbauan,"ujarnya.
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Pemerintah Kabupaten Bone memastikan proses pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah tetap berjalan seperti biasa.
Hal ini menanggapi adanya surat edaran imbauan terkait situasi nasional beberapa waktu terakhir.
Kepala Dinas Pendidikan Bone, Andi Fajaruddin saat dikonfirmasi Tribun-Timur.com, Minggiu (31/8/2025) malam mengaku bahwa surat edaran tersebut bersifat imbauan.
Sehingga penerapannya tetap mempertimbangkan kondisi daerah masing-masing.
“Untuk Kabupaten Bone tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka seperti biasa. Karena ini sifatnya imbauan,"ujarnya.
Dan kalau kita melihat kondisi Bone saat ini tetap aman dan kondusif, maka tidak ada alasan untuk menghentikan kegiatan belajar mengajar di sekolah,”sambungnya.
Ia juga menambahkan, salah satu pertimbangan yang disebutkan dalam surat edaran adalah maraknya aksi demonstrasi di sejumlah daerah.
Namun, menurutnya situasi di Kabupaten Bone masih terkendali.
“Kita tetap memantau situasi dan perkembangan ke depan. Sambil jalan, tetap kita prioritaskan keselamatan dan keamanan anak-anak kita dalam belajar,” jelasnya.
Dengan keputusan ini, seluruh sekolah di Bone diminta tetap menjalankan kegiatan tatap muka sebagaimana mestinya.
Sembari terus memperhatikan imbauan pemerintah serta perkembangan situasi nasional.
Keputusan ini juga mendapat respon positif dari orang tua murid.
Salah satu wali siswa, Nur (35) mengaku lega karena pembelajaran tetap berlangsung secara tatap muka.
“Kalau tatap muka itu anak-anak lebih cepat paham. Apalagi sekarang sebentar lagi ujian, jadi kami sebagai orang tua mendukung keputusan pemerintah. Yang penting keamanan tetap dijaga,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Irwan (40) menilai pembelajaran daring membuat anak-anak sulit fokus.
“Waktu belajar online dulu anak saya sering malas. Kalau di sekolah lebih disiplin. Kami setuju tetap tatap muka, apalagi kondisi Bone kan aman-aman saja,” ucapnya.
Dirinya juga menambahkan bahwa interaksi sosial di sekolah penting bagi perkembangan anak.
“Kalau hanya belajar di rumah, anak-anak cepat bosan. Mereka butuh bertemu teman-temannya. Jadi saya sangat mendukung tatap muka tetap berjalan,"tandasnya.
Maros antisipasi demo
Dinas Pendidikan Kabupaten Maros resmi memberlakukan sistem belajar dari rumah (BDR) bagi siswa di lima kecamatan.
Kebijakan ini berlaku Senin dan Selasa (1–2/9/2025).
Lima kecamatan terdampak: Mandai, Turikale, Maros Baru, Marusu, dan Lau.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Maros, Andi Wandi Patabai, menjelaskan keputusan diambil setelah koordinasi dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah.
Menurutnya, langkah ini sebagai antisipasi rencana demonstrasi besar-besaran di wilayah Maros.
“Awalnya hanya 10 sekolah di Kecamatan Turikale atau daerah kota. Namun setelah berkoordinasi dengan Polres Maros, kita perluas menjadi seluruh sekolah di lima kecamatan,” jelas Andi Wandi, Minggu (31/8/2025).
Ia menyebut jalur aksi rencananya melewati pusat kota Maros hingga bandara baru, sehingga perlu diantisipasi.
“Ini semata-mata untuk menjaga keamanan dan keselamatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan,” ujarnya.
Meski kegiatan tatap muka ditiadakan sementara, aktivitas belajar tetap berlangsung.
Siswa diarahkan mengikuti pembelajaran daring atau metode penugasan dari guru.
Andi Wandi menegaskan sekolah tetap harus berkoordinasi dengan orang tua siswa.
“Kami harapkan para guru memanfaatkan teknologi pembelajaran yang ada. Orang tua juga kami minta berperan aktif mendampingi anak-anak selama belajar dari rumah,” tegasnya.
Ia menambahkan kebijakan ini bersifat sementara dan akan terus dievaluasi.
“Jika kondisi sudah kondusif, pembelajaran tatap muka akan segera dilanjutkan. Namun jika situasi masih berpotensi rawan, maka opsi memperpanjang BDR bisa saja dilakukan,” bebernya.
Sementara itu, orang tua siswa, Suriyanti (35), menilai kebijakan tersebut cukup bijak.
“Kalau untuk keamanan anak-anak, tentu kami sebagai orang tua mendukung. Jangan sampai ada kejadian yang tidak diinginkan,” kata Suriyanti.
Namun ia mengakui ada tantangan saat mendampingi anak belajar di rumah.
“Tidak semua anak bisa fokus kalau belajar dari rumah. Kadang mereka lebih banyak main daripada belajar. Apalagi kalau orang tuanya juga sibuk bekerja,” keluhnya.
Meski demikian, ia tetap berharap kondisi segera kondusif agar anak-anak kembali belajar di sekolah.
“Kalau bisa jangan terlalu lama, kasihan juga anak-anak. Tapi kalau memang demi keselamatan, kami ikut aturan pemerintah,” tutup Suriyanti. (*)
| Wajo Minta 23 Cabor Tuan Rumah Porprov 2026, Bone Dapat Dayung dan Menembak |
|
|---|
| SK Belum Berubah, Wajo dan Bone Tuan Rumah Bersama Porprov 2026 |
|
|---|
| Final Tilawah Remaja MTQ Sulsel, Kontingen Pangkep Bidik Juara Pertama |
|
|---|
| Daftar Nomor Urut Finalis dan Golongan Lomba MTQ Sulsel, Tafsir Bahasa Arab Putri Hanya 1 Orang |
|
|---|
| WFH Dimulai, Listrik Kantor Bupati Maros Dipadamkan, Target Hemat Rp200 Juta per Bulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/BONE-Kepala-Dinas-Kabupaten-Bone-Andi-Fajaruddin-yang-diabadikan.jpg)