Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

BRI

KUR BRI dan Semangat Hermiah Hidupi Keluarga dari Usaha Jagung Rebus

Aroma jagung rebus mengepul dari tungku sederhana milik pedagang Hermiah mengundang selera.

Tayang:
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com
KUR BRI- Kreditur KUR BRI Hermiah memperlihatkan dagangan jagung rebusnya, Sabtu (28/5/2026). Ia merasa terbantu dengan KUR BRI.  

Mobil pribadi, motor hingga bus pariwisata kerap berhenti hanya untuk menikmati jagung rebus hangat.

"Hermiah menjelaskan sejak dahulu tak banyak warga berjuaan jagung rebus. Beda dengan saat sekarang. Makin ramai karena orang yang bepergian ke wisata Malino, biasa lewat sini. Dan sekarang makin ramai," katanya.

Keramaian itu membawa berkah. Namun di balik meningkatnya pembeli, ada persoalan baru yang harus dihadapi.

Permintaan yang tinggi membuat Hermiah sering kewalahan memenuhi stok jagung.

Saat musim liburan atau event besar berlangsung di Malino, para pedagang bahkan bisa kehabisan bahan baku hanya dalam hitungan jam.

"Apalagi kalau ada acara tertentu seperti orang ke event Beautiful Malino. banyak dari Makassar singgah makan jagung. Di sini biasa kita kehabisan stok," ungkap dia.

Bagi pedagang kecil seperti Hermiah, persoalan terbesar bukan soal mencari pembeli, melainkan modal usaha. 

Untuk mendapatkan pasokan jagung dalam jumlah besar dibutuhkan uang tunai yang tidak sedikit. 

Sementara keuntungan harian sering kali hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Dalam kondisi itu, Hermiah mulai berpikir bagaimana caranya agar usahanya tetap berjalan dan tidak kehilangan pelanggan.

Kesempatan itu datang pada tahun 2020. Dari obrolan sesama pedagang, dirinya mulai mengenal program Kredit Usaha Rakyat atau KUR dari Bank Rakyat Indonesia.

Awalnya ia ragu. Sebab baginya pinjaman harus benar benar diperhitungkan agar tidak menjadi beban di kemudian hari. 

Namun setelah berdiskusi dan menghitung kebutuhan usaha, Hermiah akhirnya memberanikan diri mengajukan pinjaman.

"Yang namanya modal pinjaman harus bisa berhitung berapa kebutuhan dan modal yang diperlukan. Saat itu saya ajukan KUR Rp10 juta," ucap dia.

Keputusan itu perlahan mengubah usahanya. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved