Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

BSI Region X Makassar Catat Pertumbuhan Solid di Sulsel, DPK dan Pembiayaan Tumbuh Dua Digit

Nilai DPK juga tumbuh signifikan dari Rp5,02 triliun pada 2023 menjadi Rp6,13 triliun di 2024, lalu mencapai Rp7,65 triliun pada 2025.

Tayang:
Editor: Sakinah Sudin
Tribun Timur/ Sakinah Sudin
KINERJA BSI - Regional CEO BSI Region X Makassar Sukma Dwie Priardi menyampaikan pemaparan kinerja BSI kepada insan media saat Silaturahmi Bersama Media di UMKM Center BSI Makassar, Jumat (22/5/2026). Dana Pihak Ketiga dan pembiayaan BSI tumbuh dua digit di Sulsel. 

Di tingkat kota besar, market share BSI menunjukkan variasi capaian.

"Kota Palopo mencatat market share tertinggi dengan DPK sebesar 5,81 persen dan pembiayaan 6,90 persen," kata Sukma.

Adapun Kabupaten Parepare mencatat market share DPK 4,15 persen dan pembiayaan 3,57 persen.

Sementara itu, Kota Makassar sebagai pusat ekonom iSulsel mencatat market share DPK sebesar 2,88 persen dan pembiayaan 3,60 persen.

Meski demikian, Makassar dinilai masih memiliki peluang pertumbuhan yang besar, mengingat posisinya sebagai kota dengan potensi ekonomi dan aktivitas bisnis terbesar di Sulawesi Selatan.

"Capaian ini menunjukkan peluang penguatan penetrasi pasar, khususnya di Makassar sebagai kota dengan potensial terbesar," jelas Sukma.

Pencapaian di Kawasan Indonesia Timur

*Aset

Grafik pertumbuhan aset BSI menunjukkan tren kenaikan berkelanjutan sebagai berikut:

  • Desember 2021: Rp10,49 Triliun
  • Desember 2022: Rp12,78 Triliun
  • Desember 2023: Rp14,53 Triliun
  • Desember 2024: Rp17,70 Triliun
  • Desember 2025: Rp21,31 Triliun

Secara tahunan (Year-on-Year/YoY) dibanding akhir tahun lalu, pertumbuhan aset melesat tajam sebesar +20,5 persen dengan kenaikan nominal mencapai Rp3,61 Triliun.

*Pembiayaan

Sektor riil dan pemenuhan kebutuhan finansial masyarakat di Indonesia Timur juga mendapat dorongan kuat dari fungsi intermediasi BSI

Total penyaluran pembiayaan tumbuh signifikan sebesar 20,9 persen YoY menjadi Rp20,74 Triliun per Desember 2025.

Grafik pertumbuhan pembiayaan dari tahun ke tahun:

  • Desember 2021: Rp10,05 Triliun
  • Desember 2022: Rp12,43 Triliun
  • Desember 2023: Rp14,34 Triliun
  • Desember 2024: Rp17,15 Triliun
  • Desember 2025: Rp20,74 Triliun

Kenaikan volume pembiayaan sebesar Rp3,59 Triliun dalam setahun terakhir ini menjadi sinyal bahwa produk pembiayaan syariah semakin diminati dan menjadi pilihan utama masyarakat setempat.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved