Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Transaksi Digital Indonesia Tembus Rp4.905 T

Perubahan pola transaksi masyarakat dari penggunaan uang tunai menuju pembayaran elektronik dinilai menjadi tanda transformasi digital.

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/SITI AMINAH
TRANSAKSI DIGITAL - Chief Marketing Officer (CMO) Saku Sultan, Sam Nursam dalam Seminar Ekonomi Digital Saku Sultan 2026 bertema 'Momentum Transformasi Transaksi Digital Menuju Ekonomi Bernilai dan Berbasis Aset' di Ballroom Theater UNM Menara Phinisi Lantai 2, Jl AP Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (10/5/2026). Perkembangan transaksi digital di Indonesia melonjak signifikan. 

Aplikasi digital saat ini dirancang untuk kebutuhan generasi masa depan yang lebih adaptif terhadap teknologi digital.

"Karena aplikasi digital itu berbicara masa depan, tidak dirancang untuk generasi sebelumnya, tapi untuk generasi penerus," kata Sam.

Ia juga menyoroti kondisi masyarakat Indonesia yang dinilai masih sering hanya menjadi pengguna teknologi tanpa ikut mengambil peran lebih besar dalam industri digital.

“Selama ini masyarakat kita selalu dijadikan target pasar saja, selalu jadi user,” ujarnya.

Menurut Sam, ketika perusahaan digital berkembang besar di Indonesia, masyarakat hanya menjadi pengguna layanan tanpa ikut menikmati pertumbuhan industri tersebut.

"Ketika industri-industri digital meraksasa di Indonesia, besar nilainya, tinggi valuasinya, tetapi kita sebagai pengguna hanyalah sebatas kontributor saja," katanya.

Sam juga menyinggung perkembangan Gojek yang didirikan Nadiem Makarim pada 2009.

Saat awal hadir, layanan transportasi online sempat mendapat penolakan di berbagai daerah termasuk di Makassar karena masyarakat belum siap menerima perubahan teknologi.

"Gojek ditolak di mana-mana. Di Makassar itu saya kalau enggak salah tiga hari berturut-turut nolak aplikasi Gojek,” ujarnya

Sam menilai kondisi tersebut menjadi bukti rendahnya literasi digital masyarakat pada masa awal perkembangan aplikasi digital.

“Itulah kurangnya literasi digital di masyarakat kita yang mau menolak perubahan,” katanya.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak menolak perkembangan teknologi, melainkan belajar beradaptasi dengan perubahan digital yang terus berkembang.

Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber. 

Seperti Bupati Maros, Chaidir Syam, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin diwakili Asisten I Pemkot Makassar Irwan Bangsawan. 

Selanjutnya, akademisi Unhas Prof Marsuki DEA, Chief Marketing Officer Sam Nursam, hingga CEO dan Founder Saku Sultan, Ambo Tang.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved