Dari Bara Baraya Selatan, Kemenham Sulsel Gaungkan Semangat Perdamaian Berbasis HAM
Kemenham Sulsel bentuk Kampung Redam di Bara Baraya Selatan untuk perkuat perdamaian berbasis HAM.
Ringkasan Berita:
- Kemenham Sulsel bentuk Kampung Redam di Bara Baraya Selatan, Makassar.
- Program bertujuan memperkuat perdamaian, toleransi, dan nilai HAM di masyarakat.
- Tim Gugus Tugas Kampung Redam resmi dibentuk untuk mendukung program.
TRIBUN-TIMUR.COM - Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Sulawesi Selatan (Kemenham Sulsel) terus mendorong penguatan nilai perdamaian dan rekonsiliasi di tengah masyarakat melalui Program Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian (Kampung Redam).
Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi Pembentukan Kampung Redam di Kelurahan Bara Baraya Selatan, Kecamatan Makassar, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah awal menghadirkan nilai-nilai hak asasi manusia (HAM) lebih dekat dengan kehidupan masyarakat melalui pendekatan kebersamaan, toleransi, dan dialog sosial.
Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Makassar, Andi Supriadi, mengapresiasi inisiatif Kemenham Sulsel yang hadir langsung di tengah masyarakat untuk membangun budaya damai.
Menurutnya, perdamaian bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kemenham Sulsel, Ayusriadi, menegaskan bahwa Program Kampung Redam merupakan bentuk nyata penguatan nilai HAM berbasis masyarakat.
“Program ini mengajak masyarakat menjadi bagian utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, terbuka, dan bebas konflik,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, penanggung jawab Kampung Redam Kemenham Sulsel, Mordekay Souisa bersama Aswar, memaparkan tujuan serta arah pelaksanaan program dengan mengusung pesan “Merawat Perdamaian, Menjunjung Tinggi HAM”.
Forum berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dan aspirasi warga terkait kondisi sosial di lingkungan mereka. Dialog tersebut diharapkan menjadi dasar dalam menyusun langkah konkret yang sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
Sebagai bentuk penguatan program, dibentuk pula Tim Gugus Tugas Kampung Redam melalui Surat Keputusan (SK). Tim ini nantinya akan menjadi penggerak dalam menanamkan nilai rekonsiliasi, toleransi, dan penghormatan HAM di Bara Baraya Selatan.
Lurah Bara Baraya Selatan, Erni SKM, berharap Kampung Redam dapat menjadi simbol persatuan sekaligus menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih damai dan harmonis.
Kepala Kantor Wilayah Kemenham Sulsel, Daniel Rumsowek, menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar kegiatan formal, tetapi bagian dari upaya menumbuhkan harapan dan budaya hidup damai di tengah masyarakat.
Menurutnya, perdamaian dapat dimulai dari lingkungan terkecil, termasuk dari kampung dan lorong-lorong tempat masyarakat hidup bersama.(*)
| Bukan Sekadar Untung, Kemenham Sulsel Ajak Dunia Usaha Tumbuh Bersama Nilai Kemanusiaan |
|
|---|
| Kinerja Awal Tahun, Kemenham Sulsel Lampaui Target MKPU |
|
|---|
| Perkuat Sinergi, Imigrasi Makassar Gelar Rapat Koordinasi TIMPORA di Kabupaten Gowa |
|
|---|
| Munafri Arifuddin Sampaikan Perintah Presiden Prabowo PSEL Dipercepat |
|
|---|
| Empat Pesan Mendikdasmen Abdul Muti di Rakornas Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kampung-Redam-Kemenham-Sulsel.jpg)