Program Electrifying Agriculture PLN Bantu Petani Bone Hemat Biaya Operasional Hingga 74 Persen
PLN hadirkan listrik untuk petani Bone, produksi naik dan biaya operasional turun hingga 74 persen.
Ia menyatakan telah melihat langsung bagaimana petani kini lebih mudah mengelola lahannya, produktivitas meningkat, dan biaya operasional bisa ditekan.
"Ini adalah langkah konkret dalam mendorong ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kesuksesan program listrik masuk sawah untuk pompanisasi sudah dijalankan sejak lama. Apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN atas komitmen dan inovasinya dalam menghadirkan listrik yang tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga menggerakkan sektor pertanian hingga ke pelosok," tambahnya.
Sementara itu pada kesempatan yang berbeda General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah menambahkan tarif listrik yang stabil merupakan upaya dalam menggerakan roda ekonomi di wilayah Sulselrabar salah satunya di sektor pertanian.
"Electrifying Agriculture PLN hadir untuk membantu meningkatkan produktivitas usaha masyarakat di bidang pertanian, perkebunan, hingga perikanan dalam rangka mendukung program pemerintah, yaitu ketahanan pangan," kata Edyansyah.
Edyansyah menambahkan bahwa program EA dirancang untuk mendorong modernisasi agrikultur di Indonesia dengan adopsi teknologi pertanian modern berbasis listrik.
“Melalui program ini, kami berupaya menciptakan Creating Shared Value (CSV) yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan pemanfaatan teknologi agrikultur berbasis listrik, ekosistem pertanian menjadi lebih modern, yang kemudian berdampak pada peningkatan produktivitas petani,” ujar Edyansyah.
Edyansyah merinci per Maret 2026 total pelanggan Electrifying Agriculture di provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat adalah sebanyak 4.207 pelanggan dengan total daya terpasang untuk sebesar 205.445 kiloVolt Ampere (kVA).
Program Electrifying Agriculture yang dijalankan PLN tidak hanya memberikan akses energi, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas pertanian. Dengan sistem penyiraman yang lebih stabil, tanaman mendapatkan suplai air yang lebih teratur, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas dan hasil panen.
Ia menambahkan, melalui pemanfaatan listrik di sektor pertanian, PLN mendukung transformasi menuju pertanian modern yang efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing.
"Langkah kecil dari aliran listrik ini, menjadi energi besar bagi masa depan petani menghidupkan harapan, menguatkan ketahanan pangan, dan membawa kesejahteraan yang lebih merata," tutup Edyansyah.(*)
| YBM PLN UID Sulselbar Berbagi Kebahagiaan untuk Anak Panti Asuhan dan Dhuafa |
|
|---|
| 2 Jam Listrik Padam di RSUD Bulukumba, Pasien Anak Trauma hingga Warga Terjebak di Lift, DPRD Murka |
|
|---|
| GM PLN UIP Sulawesi Tinjau GI Pinrang dan Sidrap, Pastikan Kesiapan Penambahan Kapasitas 60 MVA |
|
|---|
| PLN UIP Sulawesi Perkuat Sinergi dengan Polda Sulsel untuk Dukung Proyek Strategis Nasional |
|
|---|
| Kisah Sarjo Utomo Petani Tuna Netra Bisa Naik Haji dengan Keterbatasan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Sirajudin-petani-bawang-di-Desa-Telle-Kabupaten-Bone.jpg)