Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PT Vale Indonesia

PT Vale Jual Nikel Perdana dari Proyek Indonesia Growth Project Pomalaa

PT Vale Indonesia Tbk mencatatkan penjualan perdana bijih nikel dari IGP Pomalaa. Proyek senilai Rp74,44 triliun ini menjadi tonggak strategis.

Tribun-timur.com/vale
PT VALE - Aktivitas penambangan nikel di Proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Kolaka. PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari MIND ID, mencatat penjualan perdana bijih nikel, menandai fase transisi dari konstruksi ke operasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok global mineral kritis. 

Ringkasan Berita:
  • PT Vale Indonesia Tbk resmi melakukan penjualan perdana nikel dari Indonesia Growth Project Pomalaa.
  • Aktivasi area oresell di Pit PB5 dan PB1 mendukung target produksi 300.000 ton limonit per bulan. 
  • Proyek senilai Rp74,44 triliun ini memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global nikel untuk baterai EV, sejalan dengan strategi hilirisasi nasional.

TRIBUN-TIMUR.COM - PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), mencatat penjualan perdana bijih nikel dari Proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa.

Penjualan perdana ini juga menjadi langkah strategis project de-risking, validasi kesiapan sistem produksi, serta penguatan fundamental pertumbuhan jangka panjang PT Vale.

Nikel merupakan bahan utama baterai lithium-ion, terutama katoda berkadar nikel tinggi untuk kendaraan listrik (EV) dan sistem penyimpanan energi.

Dengan percepatan elektrifikasi global, permintaan nikel diproyeksikan terus meningkat.

Indonesia sebagai pemilik cadangan nikel terbesar dunia memainkan peran strategis.

IGP Pomalaa mendukung hilirisasi nasional, meningkatkan nilai tambah domestik melalui integrasi pertambangan dan pengolahan.

Dengan investasi terintegrasi sekitar Rp74,44 triliun (±US$4,43 miliar), proyek ini memperkuat fondasi industri nikel nasional dan daya saing Indonesia di pasar global.

Penjualan perdana terjadi melalui aktivasi area oresell Pit PB5 dan Pit PB1, yang memiliki kapasitas hingga 4 juta wet metric ton (Mwmt) bijih limonit.

Aktivasi ini menjamin keberlanjutan suplai ke fasilitas pengolahan Pomalaa.

Demikian kata Director and Chief Project Officer PT Vale Indonesia Tbk, Muhammad Asril.

"Peresmian area oresell di Pit PB5 dan PB1 menjaga ritme produksi dan distribusi material optimal. Dukungan infrastruktur yang dipercepat memastikan target IGP Pomalaa sejalan prinsip operational excellence dan pertambangan berkelanjutan," katanya via rilis, Minggu (2/3/2026).

Aktivasi stockpile besar ini memperkuat stabilitas pasokan, ketahanan logistik, dan kesiapan produksi penuh di tengah volatilitas pasar komoditas.

Mulai Maret 2026, IGP Pomalaa menargetkan produksi 300.000 ton limonit per bulan atau sekitar 9.677 ton per hari.

Strategi ramp-up ini dilakukan untuk keberlanjutan operasional dan optimalisasi kapasitas produksi.

Percepatan pembangunan infrastruktur menjadi prioritas. Hingga Januari 2026, progres konstruksi IGP Pomalaa mencapai 65,76 persen,.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved